Karya Tuhan Dalam Ruang Yang Kita Sediakan Bagi-Nya

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yosua 24:1-28

RHEMA HARI INI
Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Film “Facing The Giants” menceritakan tentang seorang bernama Grant Taylor yang ditimpa masalah dan tekanan hidup bertubi-tubi. Sebagai pelatih tim football sekolah, sudah enam tahun ia tidak mencetak prestasi, dan ia kehilangan kredibilitasnya. Di rumah, permasalahan ekonomi dan keinginan besar sang istri untuk segera memiliki anak membuat Grant frustrasi. Namun, kisah suramnya mulai berubah ketika ia bertemu seorang lelaki tua yang rutin datang dan berdoa di ruang loker sekolah. Lelaki tersebut mengingatkan Grant tentang betapa pentingnya sikap hidup yang melibatkan Tuhan. Singkat cerita, pemulihan terjadi dalam hidup Grant. Akhirnya ia berhasil membawa timnya menjadi juara. Ia pun memperoleh kenaikan gaji sehingga kesejahteraan keluarganya meningkat. Sukacitanya kian memuncak saat ia tahu bahwa istrinya hamil.

Ketika bangsa Israel sudah berhasil menguasai Tanah Kanaan, Yosua mengingatkan dengan tegas supaya orang Israel tidak terlena dan melupakan Tuhan. Yosua menegaskan kembali komitmen untuk setia beribadah hanya kepada Allah dan menjadi teladan, dimulai dari diri sendiri dan keluarganya. Sikap itu jugalah yang diambil Grant Taylor. Dengan tegas ia berbalik dan mengandalkan Tuhan dalam seluruh kehidupannya. Ia memulai perubahan dari diri sendiri untuk membuat perubahan bagi lingkungan. Mulai saat itulah, kemenangan demi kemenangan terjadi dalam hidupnya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mengundang Tuhan dan memberikan tempat yang terbaik bagi-Nya dalam hidup kita? Ketika Tuhan Yesus datang dalam hidup kita, Dia tidak akan datang dengan kosong. Yesus datang dengan membawa mujizat tanpa batas. Marilah saat ini kita undang Yesus dalam hidup kita secara pribadi dan dalam keluarga kita. Dimulai dari diri sendiri dengan mezbah doa pribadi dan juga mezbah doa keluarga. Sediakan ruang yang spesial untuk Yesus dalam keluarga kita, dan Dia akan bekerja dengan caranya yang ajaib untuk mendatangkan pemulihan bagi keluarga kita.

RENUNGAN
Kalau kita menyediakan RUANG YANG SPESIAL BAGI YESUS dalam keluarga, maka Dia akan BEKERJA DENGAN AJAIB dan MENDATANGKAN PEMULIHAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah mengundang Tuhan Yesus dalam hidup pribadi dan keluarga Anda? Mengapa?
2. Mengapa Anda perlu membuat ruang yang spesial bagi Yesus dalam keluarga?
3. Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk memperjuangkan pertumbuhan rohani pribadi Anda dan keluarga?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mohon Engkau hadir dalam hati kami dan keluarga kami. Hanya Engkaulah kekuatan kami dan sumber petolongan kami. Kami mau setia kepada-Mu dan memberikan tempat yang terbaik kepada-Mu. Pakailah kami untuk menjadi alat-Mu, menjadi saksi dan bukti atas kebaikan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.