KARYA TUHAN SUNGGUH AJAIB DALAM SETAP KEHAMILANKU

kesaksian-ibu-jonoSaya sudah menikah 1 tahun, namun belum juga dikaruniai anak dan dokter berkata kepada saya untuk menunggu. Akhirnya pak Jono suami saya berkata “kalau tidak mempunyai anak ya sudah tidak usah dipikir nanti kita adopsi anak juga bisa, suami saya berusaha membuat tenang hati saya dari perkataannya. Waktu itu saya hanya bisa berharap pada Tuhan pasti mengaruniai anak, seperti dalam Firman. Saat itu saya ada sakit di bagian perut dan waktu itu saya periksa dan ternyata ada kista dikandungan saya. Dokter berkata kista tersebut harus diambil, jika tidak diambil dan membesar kistanya berarti kandungannya harus diangkat dan berarti tidak bisa mempunyai anak. Tetapi dokter berkata lagi yang ini masih bisa diobati. Saya memakai obat jalan karena saya takut operasi. Kemarin begitu saya divonis dikandungan ada kistanya saya sangat takut sekali, namun puji Tuhan suami saya memberi support jadi kami tetap mengandalkan Tuhan dan saya percaya Tuhan pasti menolong. Dalam keseharian saya tetap melakukan aktifitas tapi jujur pada waktu itu saya terganggu karena saya merasakan sakit dan gelisah tiap hari dan mengakibatkan pekerjaan saya sedikit terganggu. Waktu itu saya buka toko dan saya bisa fulltime menjadi setengah hari saja bekerjanya, saya lebih banyak berdoa dan istirahat waktu itu. Kebtulan saya memiliki toko elektronik dari pagi sampai malem dan yang membeli cukup banyak. Di dalam hati saya berkata saya mengalami sakit kista pasti ada rencana dari Tuhan yang indah dan lebih baik. Ternyata yang Tuhan mau saya tidak hanya bekerja saja, namun yang Tuhan mau saya berdoa dengan Tuhan, saya dekat dengan Tuhan. Sekitar setengah bulan lebih saya periksa dan control lagi dan diberi resep namun tidak sampai satu resep obat habis sakit saya tambah parah dan saya tidak bisa jalan. Akhirnya saya melangkah untuk operasi dan besuk pagi saya sudah siap untuk menjalani operasi. Sorenya ada tim doa dari gereja mendoakan agar besok oprasinya berjalan lancer. Sekitar jam 1 malam saya bangun lalu ke kamar mandi dan tanpa saya sadari saya bisa berjalan dengan tidak merasakan sakit. Paginya saya berangkat ke rumah sakit untuk antri sebentar  dan akhirnya diperiksa dan di USG dulu lalu setelah di USG kistanya belum kelihatan, kemudian saya disuruh minum air putih yang banyak dan saya minum air lagi berulang sampai 3 kali dan yang ke tiga saya di USG tetap tidak kelihatan kistanya. Dokter berkata “Kistanya sudah tidak ada dan sudah hilang !!!!!” Puji Tuham dan saya tidak jadi di oprasi karena saya betul-betul takut untuk operasi. Sekitar 1 setengah bulan saya terlambat haid ternyata dokter kandungan berkata “Ibu sudah isi.” Waktu isipun saya banyak sekali kegiatan dan saya sering ke luar kota dengan perjalanan 6 jam dan tiap bulan saya harus pulang ke rumah orang tua saya. Waktu melahirkan anak saya yang pertama sempat ada masalah juga anak saya lahirnya harus di kop dan hal tersebut bisa berpengaruh di otak, namun pak jono suami saya berkata “Jangan berkata yang jelek-jelek tidak usah di dengarkan kita mikir yang baik-baik saja.” Luarbiasa Tuhan terus bekerja, anak saya dari kecil sekolah bisa dibilang anak yang pandai sampai saat ini dia kuliah di kedokteran dan Tuhan yang sediakan dananya. Saya juga ingin menceritakan kebaikan Tuhan terhadap anak saya yang ke 2. Anak saya yang ke 2 dulunya di asuh pembantu saya yang menderota asma, karena sering berdekatan, anak saya seperti susah bernafas. Kami selalu mengajarkan kepada anak kami jika sakit jangan langsung minum obat tetapi berdoalah kepada Tuhan dan mintalah Tuhan sembuhkan lewat obat yang kita minum. Jika kami sakit, anak kami pun langsung tumpang tangan dan mendoakan kami. Ketika menjelang kelahiran anak kami yang ke 3 dokter berkata bahwa harus operasi karena anak kami sungsang, saya dan suami terus berdoa dan kami tengking semua itu. Dan puji Tuhan saya dapat melahirkan normal sekalipun anak saya kalungan usus. Saat melahirkan anak yang ke 4, Tuhan memperlancar semuanya. Saya sungguh bersyukur karena karya Tuhan sungguh luarbiasa dalam kehidupan saya dan keluarga. Amin.

Ibu Jono