Kasih Agape Adalah Kasih Ilahi

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Yohanes 4:7-20

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Ibu Dwi tidak pernah menyangka kalau suami yang dinikahinya baru 2 tahun, tiba-tiba terkena sakit depresi berat sampai harus dirawat di rumah sakit jiwa. Banyak orang menyarankan supaya Ibu Dwi mengembalikan suaminya kepada orang tuanya, sebab Ibu Dwi masih muda dan akan sangat berat sekali kalau harus merawat suami yang depresi berat, apalagi saat itu Ibu Dwi tengah mengandung anak pertama. Namun semua saran manusia itu tidak diindahkannya. Ia lebih memilih mendengarkan nasehat yang sesuai firman Tuhan yang diberikan oleh ibunya. “Jangan ditinggal, kasihan suamimu. Tidak ada orang yang mau diberi sakit seperti suamimu itu. Justru sebagai istri kamu harus mensupport dan merawat dia dengan baik.” Itulah wejangan yang selalu didengar Ibu Dwi dari ibunya.

Berbekal hati yang mengasihi Tuhan, mau taat kepada firman Tuhan, dan kasih agape dari Tuhan, Ibu Dwi berkomitmen untuk menerima suaminya apa adanya. Tahun demi tahun ia jalani dengan hati yang ikhlas dan percaya bahwa tangan Tuhan akan bekerja secara ajaib dalam hidupnya. Kini, setelah dua puluh dua tahun ia membina rumah tangga, Ibu Dwi merasakan karya Tuhan yang nyata dalam hidupnya. Suaminya dipulihkan secara ajaib. Ia sendiri bisa menjadi seorang dokter yang diberkati dan dipakai Tuhan luar biasa. Anaknya bisa sekolah dengan baik, bahkan saat ini sedang mengambil program S2. Semua kebutuhan keluarga seperti rumah, mobil, dan biaya yang lain bisa terpenuhi dengan luar biasa. Ya, kasih agapelah yang memungkinkan pemulihan keluarga seperti yang dialami Ibu Dwi bisa sungguh-sungguh menjadi kenyataan.

Kasih agape adalah kasih tanpa syarat, sekalipun kita sering melakukan perbuatan yang tidak berkenan tapi Tuhan senantiasa selalu mengasihi kita. Tuhan tetap memelihara hidup kita, Tuhan selalu mengampuni kita. Tuhan ingin kita berubah dari kasih philio menjadi kasih agape. Tuhan ingin kita bisa dan mampu seperti Dia untuk bisa memiliki kasih agape. Pasangan suami istri harus memiliki kasih agape yaitu kasih tanpa syarat. Karena jika kita tidak memiliki kasih agape maka hubungan dalam keluarga akan rapuh. Namun jika dalam hubungan suami istri kita memiliki kasih agape maka hubungan dalam keluarga akan menjadi kuat. Tuhan sudah mengasihi kita terlebih dahulu tanpa syarat, maka benih kasih tanpa syarat itu dilahirkan pada kita saat kita lahir baru. Jika dulu kita masih memiliki kasih philio maka jika kita sudah lahir baru harus memiliki kasih agape. Dasarnya kasih agape adalah memberi sehingga tidak menyimpan kecewa, dendam, iri hati, sabar dan mengampuni. Mulai hari ini kita ubahlah kasih philio menjadi kasih agape.

RENUNGAN
Saat kita DILAHIRKAN KEMBALI dalam Roh Allah, BENIH KASIH AGAPE dilahirkan dalam diri kita.

APLIKASI
1. Kasih apakah yang mendominasi dalam pernikahan dan keluarga Anda saat ini?
2. Apa yang membuat Anda kesulitan untuk mengasihi dengan kasih agape?
3. Apa yang Anda rasakan bila mengingat pengampunan dan pengorbanan Tuhan Yesus bagi Anda?

DOA HARI INI
“Tuhan Yesus, ampuni kami bila kami sulit untuk mengampuni dan melupakan kesalahan orang kepada kami, sehingga hati kami menjadi pahit. Tuhan, tolong kami untuk menumbuhkan benih kasih Agape yang telah Kau berikan pada kami. Supaya kami dapat mengampuni dan mengasihi seperti Engkau telah mengampuni dan mengasihi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.