Kasih Agape Yang Mengokohkan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 13:4-7

RHEMA HARI INI
1 Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Sedari kecil Jono dibesarkan dalam keluarga yang ekonominya pas-pasan. Sehingga ia terbiasa untuk hidup dengan mengikat pinggang. Dan hal itu pun terbawa sampai ke pernikahannya. Meskipun saat ini Jono sudah menjadi seorang pengusaha sukses, ia masih saja sangat irit-iritan dalam hidupnya, termasuk dalam menafkahi istrinya. Di mata istrinya, Jono adalah seorang suami yang pelit. Namun istrinya hanya memendamnya dalam hati karena setiap kali hal itu dibicarakan, Jono pun langsung tersinggung dan marah-marah.

Hari Minggu lalu, Jono dan keluarganya datang beribadah bersama-sama ke gereja. Tema kotbahnya adalah tentang kasih (1 Kor 13). Ketika ayat itu dibacakan, Jono merasakan ada teguran dalam hatinya. Dulu ketika pacaran ia tidak pernah pelit, ataupun mudah marah. Ia merasa bahwa cinta mula-mulanya sudah mulai luntur karena tidak dijaga dengan baik. Mengingat semuanya itu Jono menjadi merasa sangat menyesal. Ia pun berdoa dan meminta Tuhan melimpahkan kasih agape dalam pernikahannya serta segera mengambil komitmen untuk berubah. Sehingga pernikahan mereka pun kembali menjadi hangat dan harmonis.

Sama seperti Tuhan mengasihi jemaat-Nya dengan kasih yang sejati, demikian pulalah hendaknya kita mengasihi pasangan kita dengan kasih agape. Ya, kasih agape sangatlah kita perlukan dalam pernikahan kita, karena kasih agape adalah perisai yang kokoh yang dapat melindungi pernikahan kita. Ketika kita memiliki kasih agape yang melimpah dalam pernikahan kita, maka pernikahan kita akan menjadi pernikahan yang harmonis. Dan ketika ada kesatuan yang mesra dalam pernikahan kita, maka iblis tidak mempunyai celah untuk mengusik rumah tangga kita.

RENUNGAN
Dengan MEMPRAKTIKKAN kasih agape, KESATUAN dalam pernikahan kita akan SEMAKIN KOKOH.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mempraktikkan kasih agape pada pasangan Anda?
2. Mengapa Tuhan ingin kita mempeaktikkan kasih agape dalam pernikahan kita?
3. Tuliskanlah apa komitmen Anda dalam usaha mempraktikkan kasih agape!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih Engkau sudah memberi teladan tentang kasih yang sesungguhnya kepada kami. Kami mau belajar mempraktikkannya pada pasangan dan juga keluarga kami. Sehingga keluarga kami boleh menjadi semakin harmonis dan kokoh di dalam Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.