Kasih Allah Yang Memampukan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 12:1-17

RHEMA HARI INI
Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Erik Fitzgerald sedang bersiap untuk menjadi ayah baru ketika dunianya berubah dalam sekejap. Erik, seorang pendeta muda dari Georgia, terbangun pada suatu pagi di bulan Oktober 2006 dengan berita bahwa mobil istrinya ditabrak oleh seorang petugas pemadam kebakaran yang tertidur di belakang kemudi saat pulang dari bertugas jaga 24 jam. Istrinya, June yang sedang hamil, meninggal seketika bersama dengan bayinya yang belum lahir. Faith, putrinya yang saat itu berusia 19 bulan, selamat dari kecelakaan itu.

Di tengah kesedihannya, Erik melihat bahwa ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk mempraktikkan pengampunan seperti yang sudah ia terima sendiri dari Tuhan Yesus. Di tengah deraan rasa bersalah yang sangat berat yang dialami oleh Matt Swatzell si petugas pemadam kebakaran, Erik memohon hukuman yang ringan kepada pengadilan agar Matt dapat dibebaskan dari penjara dan hanya menjalani hukuman luar serta membayar denda. Saat mereka bertemu di peringatan 2 tahun kematian June, Erik memeluk Swatzell yang menangis penuh penyesalan. Peristiwa itu membuahkan persahabatan yang berlanjut hingga hari ini. Pengampunan yang diberikan oleh Erik telah menyembuhkannya dari rasa kehilangan dan memulihkan Swatzell dari rasa bersalah yang memenjarakannya.

Kita yang terlebih dahulu menerima kasih dari Allah akan dimampukan untuk mengasihi bahkan mengampuni. Orang yang tidak bisa mengampuni, sebenarnya belum mengalami kepenuhan kasih Allah. Kita perlu menyadari bahwa kita pun juga berdosa terhadap Tuhan namun Tuhan tetap mengasihi kita serta mengampuni kita. Itu sebabnya, hari ini marilah kita mengambil keputusan untuk mengampuni orang lain sehingga hidup kita dimerdekakan dari segala kepahitan hidup dan kita bisa menerima anugerah yang sangat besar dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.(ABU)

RENUNGAN
Yang MEMAMPUKAN kita bisa MENGAMPUNI orang lain adalah KASIH ALLAH YANG MEMENUHI HATI kita.

APLIKASI
1. Peristiwa menyakitkan apa yang pernah Anda alami?
2. Apakah respon Anda terhadap peristiwa tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa melepaskan pengampunan terhadap orang yang sudah menyakiti Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami buka hati kami untuk menerima kepenuhan kasih-MU. Biarlah kasih-MU itu mengalir keluar dari hati kami kepada orang-orang yang ada di sekeliling kami, juga untuk orang-orang yang sudah menyakiti hati kami. Kami percaya kasih-MU akan memampukan kami untuk mengampuni. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.