Kasih Allah Yang Menggerakkan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 9:35-38

RHEMA HARI INI
Matius 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Seorang mahasiswa diminta untuk mengajar kelas sekolah minggu di gereja dekat kampus. Ia diberi tugas kecil yaitu melayani seorang anak berumur 11 tahun. Tidak berapa lama, anak sekolah minggu ini mengajak seorang temannya lagi, jadilah sang pemuda melayani dua orang anak sekolah minggu. Setelah beberapa minggu, pemuda ini merasa kecewa dengan pelayanan yang seolah tidak memuaskan, ia mendatangi pengawas untuk minta berhenti. Pengawas itu berkata, “Saya tidak ingin memberikan kelas ini kepadamu sejak semula, karena saya pikir pasti engkau akan jemu, dan saya benar.” Respon pengawas itu membuat pemuda tersebut marah, tersinggung, dan malu, sehingga akhirnya ia minta waktu untuk berpikir ulang.

Setiap sore selama seminggu penuh, pemuda ini berdoa dan merenungkan pelayanannya. Ia merasa ditegur Tuhan dan setiap hari terbayang terus akan kasih Tuhan yang sudah dialaminya. Berangsur-angsur hatinya terasa hangat dan dipenuhi dengan Kasih Allah dan rasa ingin berbuat lebih lagi untuk melayani, ia lalu mendoakan murid sekolah minggunya dan minta kekuatan dari Tuhan. Hari minggunya ia kembali ke gereja dengan semangat yang baru, ia kalahkan egonya, rasa malas, dan minggu depannya, tiba-tiba Tuhan kirimkan anak-anak lain datang ke kelasnya. Pada akhir tahun, kelasnya itu sudah berkembang menjadi lima puluh anak, semuanya telah menerima Kristus dan banyak dari keluarga mereka yang juga datang beribadah di gereja itu.

Apakah Anda sudah terlibat dalam pelayanan? Bagaimana keadaan dan kondisi pelayanan Anda? Apakah rasa jenuh, capek dan malas lebih mendominasi hati dan perasaan Anda? Hari ini mari kita mengevaluasi kondisi hati dan pelayanan kita, apakah kita melayani karena paksaan dari orang-orang di sekitar kita, ataukah kita melayani karena hati kita meluap dengan kasih Allah dalam kehidupan kita? Disaat kita mengingat perbuatan-Nya yang ajaib dalam hidup kita, tidak ada alasan untuk kita tidak melayani dengan penuh semangat, memang ada harga yang harus kita bayar, berkorban dengan berkurangnya waktu untuk hobi dan kesenangan kita, energi bahkan uang kitapun harus kita korbankan. Selamatkan jiwa berapapun harganya bukan lagi kalimat yang jauh di angan. Apa yang Tuhan percayakan pada kita saat ini, itu yang menjadi bagian yang kita harus kerjakan. Tanpa pengorbanan tidak akan ada jiwa baru yang dimenangkan. Penuhi hati kita dengan kasih Allah, dan kita pasti bergerak selamatkan jiwa.

RENUNGAN
Hanya HATI YANG DIPENUHI KASIH ALLAH yang akan BERGERAK untuk SELAMATKAN JIWA BERAPA PUN HARGANYA.

APLIKASI
1. Bagaimanakah Anda merasakan kasih Allah dalam hidup Anda?
2. Mengapa penting kita membagikan kasih Allah kepada orang lain?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa membagikan kasih Allah dan menyelamatkan jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
“Kami bersyukur atas kasih-Mu yang luar biasa yang Engkau nyatakan dalam hidup kami Ya Tuhan. Kami rindu membagikan kasih-MU kepada orang-otang di sekeliling kami. Pakailah hidup kami sebagai alat bagi pelebaran kerajaan-MU di muka bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.