Kaya Untuk Menjadi Berkat

RHEMA HARI INI
Ulangan 8:18 “Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab DIALAH YANG MEMBERIKAN KEPADAMU KEKUATAN UNTUK MEMPEROLEH KEKAYAAN, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”

Adalah seorang Warren Buffet, seorang investor ulung dari Omaha yang dijuluki “Oracle of Omaha” karena ketajaman análisis investasinya yang sering menjadi acuan bagi para investor lain di bursa saham. Ia memiliki julukan Oracle of Omaha; Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dari kecerdikannya berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, dimana dia memegang 38% saham. Dengan perkiraan pendapatan bersih USD 44 miliar pada 2005, dia menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates. Pada tahun 2006 Buffet mendonasikan USD 31 milliar atau kurang lebih 300 Triliun rupiah (coba bandingkan dengan APBN kita) kepada Bill and Melinda Gates Foundation. Namun herannya setelah memberikan donasi tersebut kekayaannya bukannya berkurang bahkan tahun 2008 Buffet menggeser posisi Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia. Dalam sebuah wawancara, dirinya berjanji akan mendonasikan 99% kekayaannya untuk yayasan-yayasan sosial kemanusiaan.

Dalam kisah di atas kita dapat melihat bagaimana uang diturunkan dari tahtanya dan mendapat fungsi yang sebenarnya, yaitu “melayani”. Orang yang dengan segenap hatinya memandang Yesus, Tuhan dan harta Kerajaan Allah yang lebih utama, akan melihat dan mempergunakan uangnya dengan cara yang benar. Jelaslah bahwa perpektif Kristen tidak memandang kekayaan sebagai sesuatu yang harus dijauhi atau bahkan menjadi anti, namun lebih jauh dari itu menempatkan harta kekayaan dan uang kita pada posisi yang sebenarnya itu yaitu sebagai hamba yang melayani bukan sebaliknya. Bila saat ini kita dipercaya Tuhan dengan kelimpahan harta kekayaan, ini berarti harta kekayaan kita merupakan hamba yang harus melayani pekerjaan-pekerjaan Tuhan di dunia ini. Tuhan ingin kita diberkati dan menjadi berkat, sehingga melalui hidup kita seluruh kaum di muka bumi memperoleh berkat. (ABU)

RENUNGAN
Jangan mau DITIPU iblis bahwa menjadi KAYA ITU TIDAK ROHANI, kebenarannya adalah Tuhan ingin kita MENJADI KAYA supaya kita bisa JADI BERKAT untuk kemuliaan-Nya!

APLIKASI
1. Perhatikan kehidupan Anda saat ini, apakah Anda merasa bahwa Anda sudah menjadi berkat untuk orang lain ?

2. Setelah merenungkan renungan diatas, apa saja yang dapat Anda ambil agar hidup Anda makin memuliakan nama Tuhan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami tidak mau di tipu oleh si iblis, yang kami percaya hanya Engkau. Kami mau menjadi berkat bagi kemuliaanMu Bapa. Amin