Keajaiban Yang Melekat

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ayub 5:1-27

RHEMA HARI INI
Ayub 5:9 Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

Pak Beny merasa bersyukur atas perjalanan hidupnya. Penyertaan Tuhan dirasakannya setiap waktu. Kondisi keluarganya boleh dibilang kurang baik dalam hal keuangan. Orangtuanya tidak mungkin untuk membiayainya kuliah, tetapi ternyata setamat SMU ia berhasil masuk universitas negeri yang saat itu biayanya murah. Empat tahun kemudian saat penantian wisuda, ia sudah diterima bekerja. Setelah itu, Tuhan mempertemukannya dengan jodohnya. Karena kemurahan Tuhan, mereka pun bisa melangsungkan pernikahan. Selanjutnya, Tuhan memberinya kontrakan rumah gratis sebagai jawaban doa permohonan tempat tinggal. Lebih dari tujuh tahun mereka menempati rumah itu sampai saat si empunya kontrakan meminta kembali rumahnya, Tuhan menyediakan Pak Beny rumah subsidi yang jaraknya lebih dekat dengan kantornya. Masih banyak lagi mujizat Tuhan yang Pak Beny alami yang membuatnya bersemangat untuk terus menjadi saksi dan bukti kebaikan, kemurahan, dan kebesaran Tuhan. Hidup Pak Beny bukannya tanpa masalah dan tanpa pergumulan, tapi ia selalu berhasil melewati dan mengatasinya bersama Tuhan. Sampai saat ini, keluarga Pak Beny hidup sederhana, tetapi berkat materi, berkat rohani, berkat kesehatan, berkat damai sejahtera, selalu ada tersedia dan bertumbuh di dalam keluarganya.

Mujizat dan keajaiban Tuhan sangat luar biasa dan tidak akan pernah berhenti. Keajaiban-Nya tidak mampu ditangkap logika manusia. Sama seperti yang tertulis dalam Mazmur 5:9, perjalanan hidup Pak Beny dipenuhi dengan banyak keajaiban. Dari kisah Pak Beny kita tahu bahwa keajaiban yang dialaminya selalu tepat pada waktunya dan menjawab apa yang paling dibutuhkannya.

Percayakah Saudara bahwa mujizat itu adalah bagian dari kisah hidup kita yang sudah direncanakan Tuhan? Percayakah Saudara bahwa kita memang diciptakan untuk menerima, mengalami, bahkan mengadakan mujizat? Mazmur 139:14 berkata bahwa kita dibuat dengan dahsyat dan ajaib. Bahan baku kita bukan hanya debu dan tanah, tetapi bahan baku kita juga dibentuk dengan keajaiban. Keajaiban ternyata sudah menjadi salah satu DNA hidup kita. Keajaiban tidak hanya kita alami saat Tuhan menciptakan kita, tetapi akan terus menerus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan melekat dalam hidup setiap orang yang percaya. Oleh sebab itu marilah terus siapkan diri kita untuk menerima banjir keajaiban di Tahun Mujizat Besar sekarang ini.

RENUNGAN
KEAJAIBAN TUHAN tidak berhenti pada penciptaan kita saja, tetapi akan terus-menerus menjadi BAGIAN TAK TERPISAHKAN dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Renungkanlah hidup Saudara, keajaiban apa saja yang Saudara telah terima dari Tuhan?
2. Berdoalah dan bersyukurlah atas semua keajaiban yang telah Saudara alami!
3. Mintalah hikmat dari Tuhan dan lakukan perkataan profetik atas setiap kebutuhan Saudara dan bersaksilah atas setiap keajaiban yang Saudara terima!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena mengenal Engkau sebagai Penasihat kami yang Ajaib. Engkaulah jaminan jawaban atas setiap permasalahan dan pergumulan kami.Engkaulah sumber keajaiban kehidupan kami. Jadikanlan kami saksi, bukti, dan pelaku keajaiban-keajaibanMu.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.