Kebangkitan Dari Persekutuan Dalam Penderitaan-Nya

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Filipi 3:1-16

RHEMA HARI INI
Filipi 3:10-11 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Dalam kesaksiannya, Jim Caviezel, pemeran “The Passion of Crist” tidak mengira bahwa selama pembuatan film, ia akan mengalami jalan salib mengerikan yang pernah dialami Yesus 2.000 tahun yang lalu. Dari tertimpa kayu salib, bahu yang terlepas, terkena cambukan, hipotermia, sampai hampir mati tersambar petir saat syuting adegan penyaliban di atas gunung. Semua itu membuat mata roh Jim Caviesel benar-benar dicelikkan. Pewahyuan tentang penderitaan Yesus di kayu salib membuatnya memahami betapa lebarnya, panjangnya, tingginya, dan dalamnya arti setiap luka, pengorbanan, dan kasih Kristus terhadap dirinya.

Jika kita tidak alami sendiri persekutuan dalam penderitaan-Nya, kita tidak akan bisa menyelami kedalaman hati Bapa dan arti pengorbanan Putra-Nya. Jadi, bersyukurlah jika saat ini kita diizinkan mengalami penderitaan, bahkan kematian dalam aspek-aspek hidup kita, termasuk kesehatan kita. Itu berarti kesempatan bagi kita mengenal dan memperoleh kuasa kebangkitan-Nya, sehingga kemuliaan Allah dapat dinyatakan melalui hidup kita. Ya, adalah baik bila tidur rohani kita sedikit terusik. Agar kita bisa bangkit dari ranjang kelemahan dan ketidakmampuan kita untuk mengerti kedalaman makna pengorbanan dan kasih-Nya yang begitu ajaib dan penuh kuasa. Tidak heran jika Paulus menyatakan kerinduannya sedemikian rupa dalam Filipi 3:10-11.

Inilah yang Tuhan mau, dan gereja mau, yaitu supaya pada akhirnya semua jemaat sungguh-sungguh beroleh kebangkitan. Untuk itu, bukalah hati, biarkan persekutuan dalam penderitaan dengan-Nya membuat kita menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, yang melahirkan kuasa kebangkitan dan pemulihan yang ajaib dalam roh, jiwa, dan tubuh kita. Sehingga tidak hanya dari kata orang saja kita mendengar tentang Dia, tetapi kita sendiri boleh mengalami kuasa-Nya. Khususnya kuasa kesembuhan sebagai rhema gereja kita bulan ini, sehingga mujizat kesembuhan besar sungguh diperoleh setiap jemaat.

RENUNGAN
YANG TUHAN MAU dan gereja Tuhan mau adalah supaya pada akhirnya SEMUA JEMAAT sungguh-sungguh BEROLEH KEBANGKITAN!

APLIKASI
1. Apa yang Tuhan mau dan gereja Tuhan mau atas semua anak-anak-Nya?
2. Apa hubungannya kuasa kebangkitan Tuhan dengan kematian dalam aspek-aspek hidup Anda?
3. Apa yang harus dilakukan agar Anda sungguh-sungguh beroleh kuasa kebangkitan-Nya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa Yang Mahakuasa, Kami sangat bersyukur atas pengorbanan-Mu di kayu salib, sehingga kami beroleh kebangkitan dalam segala aspek kehidupan kami. Mampukan kami menangkap rhema firman-Mu, sehingga kami sungguh-sungguh beroleh kebangkitan, khususnya mujizat kesembuhan besar yang menjadi rhema di gereja kami bulan ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.