Keberanian Bertindak Melahirkan Mujizat

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yakobus 2:14-26

RHEMA HARI INI
Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Setelah lahir baru, Siska sangat rindu bisa melayani Tuhan lebih lagi. Dipenuhi dengan kuasa dan mujizat untuk menyembuhkan orang sakit adalah salah satu kerinduannya, meski sebenarnya ia merasa minder. Dalam hati ia bertanya, “Aku ini masih baru, apa bisa ya, orang sakit yang aku doakan jadi sembuh?” Lalu Siska teringat kepada temannya yang sudah lama sakit dan hanya terbaring tak berdaya. Ia merasa terbeban. Dorongan Roh Kudus akhirnya membuatnya mengambil tindakan untuk berdoa dan puasa untuk temannya yang sakit. Beberapa hari kemudian, Siska mampir ke rumah temannya. Awalnya hanya sekedar ingin melihat keadaannya. Namun ia akhirnya memberanikan diri untuk mendoakan temannya. Tidak disangka, mujizat dan lawatan Tuhan terjadi. Temannya mengalami manifestasi dan mujizat kesembuhan pun terjadi.

Firman Tuhan berkata bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Tidak peduli sudah berapa tahun kita mengenal Yesus, selama kita masih terus hidup dalam zona nyaman dan terus berkutat dengan bayang-bayang kegagalan masa lalu, tidak pernah berani untuk melangkah serta bertindak dengan iman untuk mendoakan dan melawat orang yang sedang sakit dengan kuasa dari Tuhan, kita tetaplah hanya akan terus menjadi bayi rohani selamanya, bahkan mati rohnya. Hanya ketika kita berani melangkah seperti Petrus murid Yesus, hanya ketika kita berani bertindak seperti Siska, maka kita akan melihat mujizat, bahkan mengadakan mujizat dengan kuasa Tuhan setiap hari.

Melangkahlah, Bertindaklah! Di masa lawatan besar-besaran ini, Tuhan akan memperlengkapi kita berlipat ganda. Tidak heran jika hari-hari ini, rasanya kita baru melangkah, tetapi Tuhan sudah membawa kita terbang. Kita baru saja menabur, Tuhan sudah membuat kita menuai. Kita baru saja menumpangkan tangan atas orang sakit, belum mendoakan, orang sakit itu sudah sembuh. Bahkan Tuhan akan membuat bayangan kita, ketika melewati orang sakit, ia menjadi sembuh, seperti bayangan Petrus, bahkan lebih dari itu. Hanya saja, kita perlu untuk berani bertindak, baru tahun mujizat besar akan kita terima.

RENUNGAN
Jika kita mau MENGADAKAN MUJIZAT dengan KUASA TUHAN, kita perlu BERANI BERTINDAK.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mengambil langkah iman untuk mendoakan orang sakit atau mujizat lainnya hari ini? Mengapa demikian?
2. Apakah yang memungkinkan Anda dapat mengadakan mujizat dengan kuasa Tuhan setiap hari?
3. Bagaimanakah Anda dapat mulai mengadakan mujizat?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Tuhan, betapa hati kami sangat bersyukur atas anugerah yang sudah dan akan Engkau curahkan berlipat-lipat ganda ke dalam hidup kami hari-hari ini. Kami mengambil komitmen untuk melangkah lebih lagi dengan penuh iman dan keberanian, sehingga kami boleh melihat mujizat demi mujizat terjadi dalam hidup kami tahun ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.