Keberhasilan Adalah Keharusan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 9 : 1 – 27

RHEMA HARI INI
1 Korintus 9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

Ada seorang pria yang bekerja sebagai pembuat sepatu di Inggris pada tahun 1700 yang menempelkan peta dunia ke dalam tokonya. Dia berkata bahwa hal itu dilakukan untuk mengingatkan dia berdoa bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Tidak cukup dengan berdoa, dia juga ingin menyampaikan kabar baik bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan dengan menjadi seorang misionaris. Akan tetapi, pada waktu dia menyampaikan keinginannya dalam rapat gereja, bukannya mendapat dukungan justru olok-olok diperolehnya dari mereka yang ada di ruang rapat tersebut.

Dialah William Carey, sang pembuat sepatu yang kemudian tetap memperjuangkan kerinduannya menyampaikan kabar baik ke seluruh penjuru dunia. Walaupun tidak ada orang yang mendukungnya, dia tetap percaya Tuhan akan membantunya. Dengan penuh keyakinan, dia memulai perjalanan misinya ke negara India. Pada awal pelayanan misinya memang tidak berjalan mulus, tetapi Carey bisa melaluinya dan bertahan. Hingga akhirnya perjuangan Carey menjadikan dia seorang yang dikenang sebagai seorang penginjil yang hebat dan berpengaruh. William Carey juga berhasil menerjemahkan Alkitab ke berbagai bahasa.

Kitapun bisa menjadi seperti William Carey yang berhasil menyelamatkan banyak jiwa. Kuncinya adalah memiliki dedikasi yang tinggi, yaitu siap melakukan apa saja demi keberhasilan. Ya, keberhasilan menjangkau banyak jiwa. Bagi orang yang berdedikasi, keberhasilan adalah sebuah keharusan, bukan moga-moga. Orang berdedikasi akan memiliki keyakinan yang pasti dalam apa yang dikerjakannya meskipun seolah-olah itu sulit. Mengapa? Karena Tuhan pasti akan membantu dan berada di pihak kita. Keberhasilan bukan hanya keinginan semata, tetapi suatu tujuan yang diperjuangkan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, marilah kita ambil keputusan untuk berdedikasi penuh dalam proyek penyelamatan jiwa. Mulailah dengan diri kita sendiri dan gerakkan orang lain di sekeliling kita utnuk memiliki kerinduan dan dedikasi yang sama untuk memberitakan kabar baik. Percayalah Allah Sang Sumber Kuasa itu akan memberikan urapan berkuasa pada kita untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. (LEW)

RENUNGAN
Bagi orang yang berdedikasi, KEBERHASILAN adalah KEHARUSAN, bukan moga-moga.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda berdedikasi dalam penyelamatan jiwa-jiwa saat ini ? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Bagaimana cara Anda untuk mencapai keberhasilan dalam memberitakan berita keselamatan kepada orang yang belum mengenal Tuhan?
3. Sebutkan komitmen Anda dalam pelayanan menyelamatkan jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan!

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, kami bersyukur untuk setiap hal yang Engkau percayakan kepada kami. Kami mau memiliki dedikasi yang tinggi dalam penyelamatan jiwa-jiwa. Kami percaya, keberhasilan menyelamatkan jiwa pasti Engkau berikan bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.