Kecintaan Pada Firman

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yeremia 15:1-21

RHEMA HARI INI
Yeremia 15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Robert Summer adalah seorang penginjil yang juga merupakan penulis buku. Di salah satu bukunya yang berjudul “The Wonder of the Word of God,” ia mengisahkan sebuah cerita tentang seorang korban ledakan yang sangat mencintai firman Tuhan. Bahkan ketika ledakan tersebut membutakan kedua matanya, membuat kedua tangannya harus diamputasi, serta menjadikan mukanya rusak, hal pertama yang ia tangisi adalah ia tidak lagi bisa membaca Alkitab.

Suatu hari ia mendengar sebuah berita mengenai seorang wanita yang dapat membaca buku dengan huruf braille menggunakan bibirnya. Harapannya yang pudar kini kembali bersemi. Ia pun membeli sebuah Alkitab bertuliskan huruf braille. Ia tidak sabar ingin kembali membaca Alkitab. Namun ia menjadi sangat terpukul ketika menyadari bahwa mukanya yang rusak akibat ledakan itu membuat beberapa syaraf di ujung bibirnya menjadi tidak peka sebagaimana mestinya sehingga ia tidak dapat membedakan huruf-huruf braille tersebut. Di tengah kesedihannya, ia tidak putus asa dan tetap terus mencoba. Dan ketika sedang mencoba, tanpa sengaja lidahnya terjulur dan menyentuh huruf braille tersebut. Sontak ia terkejut menyadari bahwa ia bisa merasakan huruf-huruf braille tersebut dengan jelas menggunakan lidahnya. Betapa sukacitanya ia mengetahui bahwa akhirnya ia dapat membaca Alkitab lagi.

Membaca kisah ini seharusnya membuat kita merenung, apakah kita memiliki kecintaan terhadap firman seperti yang dimiliki oleh korban ledakan itu? Apakah kita berjuang sedemikian rupa supaya bisa membaca firman Tuhan? Ketika kita terus menerus membaca firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam, serta menjadikannya sebuah kebiasaan, maka lama kelamaan kita akan bertumbuh dalam kecintaan pada firman-Nya. Marilah kita mengambil komitmen untuk menjadikan firman Tuhan sebagai prioritas hidup kita, mencari apa kata Tuhan dalam menghadapi setiap situasi dalam kehidupan kita. Karena Tuhan adalah Allah yang melihat hati kita dan menilai kecintaan kita pada firman-Nya.

RENUNGAN
Bertumbuhlah dalam KECINTAAN PADA FIRMAN, sebab Tuhan MENILAI KECINTAAN kita pada FIRMAN ALLAH.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mencintai firman Tuhan dan membacanya setiap hari?
2. Mengapa Tuhan ingin kita menjadikan firman-Nya sebagai prioritas hidup kita?
3. Tuliskanlah apa komitmen yang akan Anda lakukan untuk menumbuhkan kecintaan pada firman Allah?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau menomorsatukan Engkau dalam hidup kami. Kami mau belajar untuk senantiasa menjadikan firman-Mu sebagai pedoman utama dalam kehidupan kami. Karena kami tahu bahwa hal itu menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.