KEKECEWAAN BISA MENGHANCURKAN DIRI SENDIRI DAN KELUARGA

RHEMA HARI INI

Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Sejak awal, Dita telah memiliki kriteria pria idaman. Sedari masih di bangku sekolah hingga bekerja, ia sudah beberapa kali berganti pacar. Namun belum ada satupun yang membuatnya yakin bahwa pria itu adalah jodohnya. Sampai ia bertemu dengan Reihan dan merasakan ada sesuatu yang berbeda darinya. Singkat cerita, mereka pun berpacaran dan hingga akhirnya menikah. Di awal pernikahan, segala sesuatunya nampak begitu indahnya. Dita mencintai Reihan dan demikian pula sebaliknya.

Tahun demi tahun berlalu, banyak permasalahan yang telah mereka lewati bersama. Tidak jarang perselisihan terjadi dan tidak jarang pula Dita merasa kecewa oleh sikap Reihan. Namun alih-alih membahas dan menyelesaikannya, Dita memilih untuk menyimpan dalam hati karena tidak mau bertengkar dengan suaminya. Tetapi ternyata kekecewaan yang dipendam itu lama-kelamaan menjadi bom waktu bagi rumah tangga mereka. Karena suatu saat ketika Reihan kembali melakukan kesalahan, Dita tidak dapat menahan dirinya lagi sehingga pertengkaran besar pun terjadi. Sampailah Dita pada titik dimana ia berpikir untuk menyudahi saja pernikahan mereka. Akan tetapi karena Dita adalah seorang istri yang takut akan Tuhan, maka ia pun segera ia datang kepada Yesus. Dita meminta hikmat ilahi dan kasih mula-mula dicurahkan atas rumah tangganya supaya pemulihan dapat terjadi di dalam keluarganya.

Dalam hidup berkeluarga, akan ada saja perbedaan pendapat atau salah paham yang berpotensi menimbulkan kekecewaan. Menyimpan rasa kecewa, lama kelamaan akan menimbulkan akar pahit yang bukan saja menghancurkan diri kita sendiri, tetapi juga bisa menghancurkan keluarga kita. Hanya jika setiap anggota keluarga dapat berbesar hati dan mau menyelesaikan segala permasalahan yang ada dengan tuntunan Tuhan, maka keluarga kita akan terjaga kerukunan dan keharmonisannya. Dengan terus menjadikan Tuhan sebagai pusat di keluarga kita dan terus mendekat dalam hadirat-Nya, maka kita akan dimampukan untuk melepaskan pengampunan dan tidak menyimpan kekecewaan. Kasih-Nya yang tak berkesudahan akan terus mengalir, memenuhi dan menyatukan keluarga kita.

RENUNGAN

Menyimpan KEKECEWAAN bukan hanya akan MENGHANCURKAN DIRI KITA sendiri, tetapi juga MENGHANCURKAN KELUARGA KITA.

APLIKASI

1. Apakah masih ada kekecewaan yang Anda simpan sampai hari ini?
2. Apa dampak kekecewaan yang tersimpan itu, dalam hidup Anda dan keluarga Anda?
3. Komitmen apa yang Anda ambil untuk bisa bebas dari kekecewaan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, ampuni kami kalau selama ini kami masih menyimpan kekecewaan terhadap anggota keluarga kami sendiri. Jamah hati setiap kami, ya Bapa. Lembutkanlah dan balutlah hati kami supaya kami dapat mengampuni dan mengasihi dengan tulus. Kami percaya dalam kerukunan keluarga maka ada berkat Allah yang tercurah bagi keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!