Keluar Dari Kekuatiran

RHEMA HARI INI
Amsal 12:25   Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Seorang ibu terbangun dalam suatu malam karena mendengar anaknya, yang sedang kuliah, terjatuh dan mengalami cedera serius. Segera ia dan suaminya pergi ke rumah sakit, ia cemas dan sangat kuatir, tetapi juga berdoa, “Tuhan, tolonglah agar anak kami baik-baik saja.” Dokter menyambut mereka dengan kabar yang tidak baik, Anak mereka mengalami cedera di urat saraf tulang belakang karena terjatuh dan akan lumpuh secara permanen dari leher kebawah. Si ibu sangat kuatir akan kondisi anaknya, ia berfikir apakah anaknya akan bisa menyelesaikan kuliahnya? Bagaimana nanti saat anaknya menggunakan kursi roda, apakah ia akan bisa menerima keadaannya? Apakah ia akan bisa bertahan dengan cita-citanya? Dan banyak lagi kecemasan-kecemasan lainnya. Segala kekuatirannya itu sangat mempengaruhi keadaan keluarganya, suami dan anak-anaknya yang lain mulai resah, bahkan suasana rumah tangganya menjadi buruk, suaminya menjadi mudah tersinggung, dan gampang marah, anak-anak yang lain menjadi tidak nyaman di rumah, dan akhirnya mereka sering keluar malam dengan teman-temannya, yang pasti atmosfir dalam keluarganya menjadi penuh keresahan. Tetapi anaknya yang sakit, perlahan tapi pasti mulai memperoleh kepercayaan dirinya lagi, dibantu oleh teman kuliahnya ia mulai membangun kembali cita-citanya, ia justru memberikan dorongan kepada ibunya untuk berhenti dengan segala kekuatirannya, empat tahun kemudian ia lulus dengan gelar sarjana mudanya, dan dalam tiga tahun memperoleh gelar sarjana hukum, ia lulus ujian pengacara dan mulai bekerja pada sebuah firma hukum. Kekuatiran bertentangan dengan iman. Kekuatiran sama sekali tidak konsisten dengan iman. Yesus telah memberi jaminan bahwa Allah Bapa yang memberi makan burung yang tidak berarti itu, tidakkah Dia akan memelihara kita? Kalau rumput dan bunga yang hidupnya hanya satu hari saja didandani sebegitu indah oleh Allah, tidakkah Kristus akan memelihara/menjamin kehidupan Anda yang jauh lebih berharga itu. Kalau kita pecaya pada Allah sebagai Pencipta kita, mengapa kita tidak percaya bahwa Dia akan memelihara ciptaan-Nya?

Orang yang khawatir adalah orang yang tidak bahagia. Tidak ada orang yang khawatir yang bisa bahagia. Selama kekhawatiran masih menguasai hatinya, dia tidak mampu untuk menikmati kebahagiaan yang sejati dalam hidupnya. Orang yang tidak bahagia biasanya membuat keluarganya juga tidak bahagia (sadar atau tidak sadar). Ketika kita khawatir, maka sikap, perkataan dan perbuatan kita akan berubah, dan tanpa kita sadari suasana/atmosfir dalam keluarga kita juga berubah. Sukacita dan kebahagiaan akan mulai digantikan dengan ketegangan, kesalahpahaman dan kekecewaan. Kalau ingin keluarga kita bahagia, stop kekuatiran, ganti dengan pengharapan yang pasti di dalam Tuhan. Amin, Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Pribadi yang BANYAK KUATIR akan menciptakan atmosfir KERESAHAN dalam keluarga. Kalau ingin keluargamu BAHAGIA, jangan banyak KUATIR!

APLIKASI
1. Apa dampak yang Anda rasakan ketika Anda merasakan kekuatiran ?

2. Apakah Anda mau berkomitmen untuk tidak kuatir lagi, uji diri Anda ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami saat ini mengerti bahwa kekuatiran hanya membuat resah dalam hidup kami. Kami mau maju melangkah untuk keluar dari rasa kuatir itu dan memperoleh kebahagiaan.Amin.