Keluarga Yang Tuhan Ingin Bangun

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Lukas 6:46-49

RHEMA HARI INI
Lukas 6:48 Ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.

Hari-hari ini, pernikahan tidak lagi dipandang sakral seperti dahulu. Begitu banyak pasangan yang begitu mudah bercerai ketika berkonflik dalam rumah tangga. Tidak terkecuali dengan keluarga Kristen. Kita pun dapat melihat, beberapa pasangan artis dan juga tokoh penting dalam masyarakat juga tak luput dari praktik kawin-cerai. Padahal tadinya mereka tampak seperti pasangan Kristen yang patut dijadikan teladan. Sedikit banyak, hal ini pun mengguncang iman banyak anak-anak Tuhan yang belum berumah tangga. Diantara mereka ada gadis bernama Vania. Ia juga sempat menjadikan pasangan selebritis sebagai panutannya.

Sampai suatu hari, ia mangamati orangtuanya yang sedang saling memandang mesra. Ia pun teringat bagaimana dulu orangtuanya sering bertengkar hebat dan bahkan hampir bercerai. Namun, ia melihat bahwa dalam perjalanan pernikahan kerdua orangtuanya, mereka juga berusaha untuk mendengarkan dan melakukan firman Tuhan. Bersama-sama mereka melewati masa sukar dan sulit, tetapi semua itu tidak memisahkan mereka, justru Tuhan memperkuat hubungan mereka. Sehingga pemulihan besar pun tejadi. Saat itulah, Vania melihat kasih Tuhan begitu nyata dalam hubungan orangtuanya, dan ia sadar, seperti itulah pasangan Kristen yang sejati.

Seringkali, kita berpikir bahwa memberikan warisan berupa harta benda adalah hal yang sangat baik untuk anak-anak kita. Kita pun berusaha untuk membangun kekayaan dan kesuksesan kita demi masa depan mereka. Kita lupa, kalau pernikahan kita berantakan, semua itu tidak ada artinya. Namun, ketika kita membangun pernikahan kita, maka sesungguhnya kita sedang membangun kehidupan anak-anak kita. Sebab mereka akan belajar dengan melihat bagaimana kita mengatasi segala persoalan rumah tangga dengan bergantung pada Tuhan dan melakukan firman-Nya. Inilah warisan iman yang terlebih berharga dibandingkan apapun juga. Ya, bangunlah pernikahan kita, maka mujizat pemulihan keluarga akan terjadi dalam hidup kita dan Tuhan akan membangun keluarga yang hebat melalui kita. (MV.L)

RENUNGAN
Sadarilah bahwa keluarga yang TUHAN INGIN KITA BANGUN adalah keluarga yang mempunyai IMAN YANG KOKOH.

APLIKASI
1. Keluarga seperti apakah yang mempunyai iman yang kokoh? Apa dampaknya bagi setiap anggota keluarga Anda?
2. Mengapa Tuhan ingin Anda membangun keluarga-keluarga dengan iman yang kokoh?
3. Bagaimana Anda dapat membangun keluarga seperti yang Tuhan inginkan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau begitu memikirkan kebaikan kami. Kami sadar bahwa semua yang Engkau perintahkan adalah demi kebaikan kami dan kami ingin melakukannya. Sehingga keluaga kami bisa menjadi seperti rumah yang didirikan di atas batu dan tak tergoyahkan ketika air bah datang melanda. Sehingga ketika orang-orang melihat keluarga kami, mereka dapat melihat kasih-Mu yang memancar terang. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.