KEPUASAN DAN SUKACITA ILAHI DALAM MENYELAMATKAN JIWA

BACAAN HARI INI

Lukas 10:17-20

RHEMA HARI INI

Lukas 10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”

Yana gemar sekali wisata kuliner. Pergi ke tempat-tempat baru dan mencoba berbagai makanan daerah, menjadi kegiatan yang sangat ia gemari tatkala ia mulai stress dan lelah dengan berbagai runitinas. Bahkan ada dana khusus yang ia siapkan untuk itu. Tapi sejak pandemi bulan Maret lalu, Yana jadi tidak bisa menyalurkan hobinya, dan hal itu sempat membuatnya frustasi. Yana sangat senang saat pemerintah mulai memberlakukan new normal, sebab itu berarti ia bisa mulai berwisata kuliner lagi, meskipun belum bisa pergi ke tempat-tempat yang jauh.

Hobi Yana itu adalah satu dari sekian banyak hobi yang terdampak akibat adanya pandemi ini. Banyak dari kita yang memiliki hobi yang terpaksa tidak bisa kita lakukan karena terhalang situasi dan kondisi. Dan hal itu membuat kita sedih atau bahkan merasa kehilangan. Tanpa kita sadari, hobi kita telah menjadi bagian dari jati diri kita. Bahkan, tidak jarang kita pun dikenal orang sekitar kita berdasar hobi kita. Lalu, bagaimana dengan identitas rohani kita? Bukankah identitas kita sebagai murid Yesus juga dikenal sebagai penjala jiwa? Apabila murid Yesus dikenal sebagai penjala jiwa maka sudah sewajarnya bila kita menjadikan hal tersebut hobi baru kita. Ya, hobi menjala jiwa.

Namun yang terjadi kini justru sebaliknya. Banyak dari kita yang menganggap menjala jiwa adalah sebuah beban. Ada juga yang berpikiran kalau kita menyelamatkan jiwa itu hanya untuk memenuhi bangku dan demi kepentingan gereja semata. Padahal tertulis di Alkitab, menyelamatkan jiwa adalah mandat yang diberikan Yesus bagi semua murid-Nya. Menyelamatkan jiwa adalah sebuah kehormatan bagi kita, murid-murid Yesus. Tuhan bisa saja menyelamatkan jiwa dengan 1001 cara. Bahkan apabila Ia menghendaki, seekor ayam atau bahkan sebuah batu pun bisa Ia pakai untuk menyelamatkan jiwa. Akan tetapi Ia memilih kita untuk menjalankan tugas istimewa tersebut. Percayalah, saat kita berhasil menyelamatkan jiwa, kita akan merasakan kepuasan dan sukacita ilahi yang tak ternilai oleh apapun juga di dunia ini. Sukacita bukan saja melihat jiwa yang diselamatkan, tapi juga karena nama kita ada terdaftar di sorga (Luk 10:20b)

RENUNGAN

Menyelamatkan jiwa akan mendatangkan KEPUASAN serta SUKACITA ILAHI yang tidak ternilai oleh apapun juga.

APLIKASI

1. Sudahkah menyelamatkan jiwa menjadi bagian dari diri Anda?
2. Menurut Anda, mengapa ada orang yang menganggap menyelamatkan jiwa adalah sebuah beban?
3. Setelah memiliki pola pikir yang benar, apakah yang dapat Anda lakukan untuk menjalankan Amanat Agung Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, terima kasih Engkau telah memberikan kami kesempatan untuk melakukan sebuah tugas istimewa bagi kerajaan-Mu. Kami mau belajar memandang semua ini dari sudut pandang yang benar sehingga kami boleh melakukannya dengan hati yang tulus dan menikmatinya karena kami tahu hal ini menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!