KEPUTUSAN KITA MENENTUKAN BISA TIDAKNYA KITA MENIKMATI KEHENDAK TUHAN

RHEMA HARI INI

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Sejak lahir sampai menginjak dewasa, Sherly dibesarkan dalam sebuah keluarga Kristen. Ia lalu menikah dengan seorang pria yang tidak seiman, dan berpindah keyakinan mengikuti sang suami. Dalam hati Sherly sebetulnya ada suatu kerinduan untuk kembali kepada Yesus. Ia masih suka mendengarkan lagu-lagu rohani yang biasa ia nyanyikan saat dulu mengajar di sekolah Minggu dan terkadang masih membaca firman. Seorang sahabatnya yang mengetahui hal ini, mengatakan bahwa itu adalah panggilan Tuhan yang mengetuk hati Sherly. Sherly pun sebenarnya juga merasa dan menyadari, akan tetapi ia enggan untuk memulai. Ia khawatir akan pendapat suami dan anak-anaknya jika ia kembali beribadah, sebab ia tidak mau merusak suasana keluarga yang bagi Sherly saat itu baik-baik saja. Segala sesuatu berjalan lancar dan tidak ada masalah yang berarti dalam keluarga. Jadi Sherly hanya menjawab kepada sahabatnya, β€œBiarlah berjalan sesuai waktu Tuhan. Semua akan indah pada waktu-Nya.”

Yang ada dalam pikiran Sherly jelas, jika memang kehendak Tuhan maka keluarganya akan bertobat melalui jalan yang dibukakan Tuhan. Sehingga Sherly tidak pernah sungguh-sungguh mendoakan dan mengambil langkah-langkah untuk bersaksi dan menyelamatkan jiwa keluarganya. Inilah kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang, mereka berpikir bahwa semua yang Tuhan kehendaki akan terjadi dengan sendirinya. Kita tidak perlu berbuat apa-apa dan menunggu dengan pasif berharap Tuhan yang akan bertindak.

Firman Rhema kita hari ini mengajarkan agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Membuat suatu keputusan yang berkenan dan sesuai dengan kehendak Allah, bagi orang dunia itu berarti meninggalkan zona nyaman. Tetapi janganlah takut untuk membayar harga untuk sebuah keputusan yang bijaksana, sebab keputusan itulah yang akan MENENTUKAN apakah kita bisa menikmati kehendak Tuhan yang baik, indah dan luar biasa atau tidak. Jika satu keputusan yang tidak bijaksana, bisa membuat kita kehilangan segalanya, maka satu keputusan yang bijaksana akan membuat kita hidup dalam Perjanjian Damai Tuhan. (PF)

RENUNGAN

KEPUTUSAN KITA menentukan apakah kita bisa MENIKMATI KEHENDAK TUHAN yang baik atau tidak.

APLIKASI

1. Menurut Anda, apakah yang Tuhan kehendaki terjadi atas hidup kita anak-anak-Nya?
2. Keputusan tidak bijaksana apa yang pernah Anda buat? Apa dampaknya dalam kehidupan Anda sekarang?
3. Mengetahui bahwa keputusan Anda sangat menentukan, bagaimana Anda akan membuat keputusan mulai sejak saat ini?

DOA UNTUK HARI INI

β€œTuhan Yesus, terimakasih Engkau telah mengingatkan kami tentang betapa menentukannya keputusan yang kami buat. Tolong kami Tuhan, untuk selalu mencari kehendak-Mu terlebih dahulu dalam setiap pengambilan keputusan kami. Sebab kami percaya, kehendak-Mu jauh lebih besar, lebih mulia dan lebih indah daripada kehendak kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!