Kerja Paksa Vs Kerja Sukacita

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Amsal 12:24-27

RHEMA HARI INI
Amsal 12:24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

Vina sudah lama diwisuda, tetapi ia tak juga mendapatkan kerja sesuai passionnya. Akhirnya, ia bekerja di mana saja yang mau menerimanya. Setelah bekerja, ia mendapati suasana di tempat kerja itu tidak kondusif, sehingga ia mulai malas berangkat kerja. Lama-kelamaan pekerjaan itu menjadi semakin berat baginya. Namun, begitu ia pindah ke tempat baru dan di bidang yang disukainya, setiap pagi ia berangkat dengan bersemangat. Meskipun tugasnya sebenarnya lebih sulit dan melelahkan dibandingkan tempat lamanya, ia menghadapinya dengan sukacita. Tantangan dan rintangan pun berhasil diatasinya, bahkan melebihi ekspektasi pemilik perusahaan tersebut. Vina pun diberikan kepercayaan lebih lagi, sehingga ia bisa mengembangkan kreatifitasnya. Pada akhirnya, ia dipercayakan untuk mengepalai salah satu divisi di perusahaannya.

Ya, saat kita terpaksa mengerjakan sesuatu, tugas ringan pun bisa menjadi beban yang berat bagi kita. Namun, jika kita bekerja dengan sukacita, kita akan siap dengan pekerjaan yang paling menantang sekalipun. Otak kita bisa berputar lebih cepat dan kita mengerjakan tugas dengan lebih ekselen. Pencapaian demi pencapaian pun kita raih. Tantangan dan rintangan itu pun dengan sendirinya menjadi anak tangga yang membawa kita semakin tinggi.

Itu sebabnya, penting bagi kita untuk bisa bekerja dengan sukacita. Bukan sekedar kerja keras, tetapi kerja sukacita. Karena kerja keras tanpa dibarengi dengan sukacita juga bukanlah jalan terbaik yang Tuhan inginkan bagi kita, anak-anak-Nya. Dia ingin agar kita melibatkan-Nya dalam segala pekerjaan kita. Bersama dengan Tuhan, kita bukan hanya akan menikmati tugas-tugas kita, tetapi pekerjaan kita akan selalu dipenuhi dengan anugerah dan mujizat. Dia akan membuat apa pun yang kita kerjakan berhasil, sehingga sukacita kita penuh. Bersama-Nya, setiap pekerjaan yang kita taburkan tidak akan sia-sia, tetapi mendatangkan tuaian besar, sehingga mujizat keuangan besar bukan lagi mimpi, tetapi kenyataan bagi kita. (MV.L)

RENUNGAN
KERJA PAKSA menjadikan beban, tetapi KERJA SUKACITA membuat kita menjadi PRODUKTIF.

APLIKASI
1. Bagaimanakah Anda menjalani pekerjaan Anda saat ini?
2. Mengapa kita perlu kerja sukacita?
3. Bagaimana agar Anda dapat mengubah cara Anda bekerja selama ini menjadi kerja sukacita?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami ingin Engkau terlibat dalam semua pekerjaan kami. Kami tahu, usaha keras kami hanya bisa menuai mujizat bila Engkau turun berperan dalam-Nya. Biarlah orang-orang melihat bahwa ketika Engkau ada dalam setiap pekerjaan kami, Engkau akan membuat perbedaan yang nyata bagi kami, sehingga nama-Mu pun semakin dipermuliakan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.