Kesatuan Tubuh Untuk Revival Besar

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 12:12-31

RHEMA HARI INI
1 Korintus 12:15-16 Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

Alkisah di sebuah negeri yang sedang berperang, sang raja hendak mengirimkan pesan pada pasukannya di medan perang. Prajurit yang diutus pertama kali menghilang tiada kabarnya sebelum sampai ke tujuan, sekarang raja mengutus prajurit untuk kedua kalinya. Di tengah perjalanan, prajurit kedua itu diserang mata-mata musuh, kakinya terluka sampai nyaris tak dapat berjalan. Ia bersembunyi di hutan dan disana ia bertemu dengan prajurit yang pertama diutus raja. Ternyata rekannya itu juga terkena serangan dan matanya menjadi buta. Pantas saja ia tidak dapat meneruskan perjalanan ataupun kembali ke kotanya. Prajurit yang kakinya terluka berkata pada rekannya, “Kakimu masih sehat, tapi matamu tidak bisa melihat. Kakiku terluka dan tidak bisa berjalan, tapi aku bisa melihat. Mari teman, kita bersama-sama mengantarkan pesan sang raja. Gendonglah aku, aku akan menunjukkan jalannya dan kita akan sampai ke tempat tujuan kita.”

KIsah di atas menceritakan bahwa sebagai satu bagian tubuh Kristus kita harus saling bekerja sama. Masing- masing dari kita punya kelebihan dan kekurangan, dan hendaklah kita saling melengkapi untuk menggenapi rencana Tuhan. Sama seperti tubuh manusia yang memiliki banyak sel dan sel-sel tersebut harus berfungsi, demikian juga dengan tubuh Kristus, semua sel harus berfungsi secara aktif. Tidak ada bagian tubuh yang bisa berfungsi dengan baik tanpa ada kesatuan dengan anggota tubuh lain.

Sekarang ini saatnya great revival sedang dinyatakan. Tsunami jiwa-jiwa datang begitu saja. Saat nya kita semua bergerak bekerja sama untuk menampung jiwa-jiwa baru. Apa yang akan Tuhan kerjakan di tengah-tengah kita ke depan nanti akan sangat besar sekali. Bayangkan kalau 1 juta jiwa Tuhan genapi, berapa usher yang di butuhkan? Berapa konselor yang harus melayani mereka di retret encounter? Berapa petugas untuk membabtis mereka? Oleh sebab itu kita perlu bersatu hati dan terus menambah orang untuk masuk dalam pelayanan revival ini. Mari terlibat dalam pelayanan sebab kegerakan Tuhan makin dahsyat di tengah-tengah kita. Tuhan Yesus memberkati (ABU)

RENUNGAN
KESATUAN HATI antara para pelayan Tuhan sebagai SATU TUBUH KRISTUS dibutuhkan untuk menyambut KEBANGUNAN ROHANI BESAR.
APLIKASI
1. Sebagai bagian dari tubuh Kristus, sudahkah Anda memikirkan peran apa yang akan Anda ambil?
2. Langkah apa yang akan Anda ambil untuk bisa mulai terlibat dalam pelayanan?
3. Bagi yang sudah melayani, apa yang bisa Anda lakukan agar ada kesatuan hati dalam melayani Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, terima kasih Engkau sudah membuka dan menggerakkan hati kami untuk melayani. Kami mau berfungsi sebagai anggota tubuh Kristus yang berguna. Beri kami kesatuan hati dan jagalah kualitas hati kami dalam melayani. Semua yang najis, yang negatif, yang tidak baik dalam nama Tuhan Yesus, kami buang keluar dari rumah Tuhan dan perbendaharaan hati kami. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.