Kesediaan Dipakai Tuhan Untuk Proyek Penyelamatan Jiwa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 10:17-30

RHEMA HARI INI
Markus 10:29-30 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Stephanie Wills tidak pernah mendengar tentang Billy Graham. Namun, ketika ia mendengar tentang KKR yang diadakan sang penginjil di London, ia segera melamar posisi dalam Asosiasi Penginjilan Billy Graham (BGEA). Posisi yang didapatkannya hanyalah pekerjaan sementara dan menuntut kerja tanpa kenal waktu selama satu setengah tahun, tetapi dengan keyakinan penuh ia meninggalkan pekerjaannya di kantor hukum. Gadis berusia 18 tahun ini tidak pernah menyangka, delapan tahun kemudian, ia bukan hanya terus bekerja di BGEA, tetapi ia juga ditawari posisi sebagai sekretaris Billy Graham. Wills diminta untuk mendoakannya, tetapi ia tidak melakukannya. Ia merasa tidak memenuhi syarat, tidak layak, dan banyak hal yang membuatnya berpikir pekerjaan itu bukanlah untuknya.

Namun Tuhan tidak menerima jawaban “tidak”. Beberapa bulan kemudian, ia diberikan tiket ke Seoul. Ia ditugaskan untuk membantu Billy Graham mempersiapkan khotbah untuk KKR terbesar dalam sejarah pelayanan BGEA yang dihadiri 1,1 juta jiwa. Wills tidak pernah menjawab “ya” secara formal, tetapi sejak saat itu ia selalu mengikuti Billy Graham dari tempat ke tempat, selama 40 tahun berikutnya.

Ya, menjawab panggilan Tuhan bukanlah dengan berkata “ya” atau “tidak”, tetapi dengan bertindak. Ada kalanya, kita bukan hanya harus meninggalkan semua hal yang berharga bagi kita untuk Tuhan, tetapi juga menanggalkan ketidakmampuan kita. Apakah Tuhan akan meminta kita melakukan sesuatu yang tidak mungkin bisa kita lakukan? Kalaupun kita tidak bisa, tenti Dia bisa melakukannya melalui kita. Bagaimanapun, Tuhan sudah memilih kita untuk panggilan tersebut sejak kita dijadikan dalam kandungan ibu kita (Gal. 1:15). Kalau kita mau, siap, dan bergerak untuk Tuhan, Dia pun akan memberikan kita urapan untuk berkuasa, sehingga kita bisa menunaikan segala tugas yang diberikan-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
Jika kita MAU DIPAKAI untuk PROYEK PENYELAMATAN JIWA dalam skala besar, Tuhan TIDAK AKAN RAGU memberikan URAPAN UNTUK BERKUASA.

APLIKASI
1. Seberapa besar keinginan Anda untuk dipakai Tuhan dalam proyek penyelamatan jiwa?
2. Mengapa Tuhan hanya memberikan urapan untuk berkuasa kepada siapa yang ingin dipakai untuk menyelamatkan jiwa?
3. Bagaimana Anda dapat mulai bergerak untuk terlibat dalam proyek penyelamatan jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ini kami, pakailah kami. Penuhi hati kami dengan kerinduan atas jiwa-jiwa. Bangkitkan kami menjadi pahlawan penyelamat jiwa. Kami mau mulai bergerak dengan lebih sungguh-sungguh lagi untuk merebut jiwa-jiwa dari kegelapan kepada terang-Mu yang ajaib. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.