Kesembuhan Keluarga Dimulai Dari Kesembuhan Anggota Keluarga

RHEMA HARI INI
Roma 12:2 ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Terdapat suami istri yang memiliki 3 orang anak dan usia rumah tangganya memasuki tahun yang ke-15, karena perubahan emosi menyebabkan mereka sering bertengkar sehingga keadaan keluarga menjadi kacau balau. Karena keadaan seperti neraka di dunia, akhirnya mereka memutuskan untuk hidup berpisah. Sang istri bertugas menjaga anak-anak dan suami berkewajiban memberikan kebutuhan keluarga tiap bulan. Suatu saat sang istri mengikuti kebaktian kebangunan rohani, maka melalui kebaktian kebangunan rohani yang diikuti sang istri, sang istri mengambil keputusan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya. Setelah lima tahun sang istri mengenal Injil, sang istri mengikuti kursus pemuridan dan memperoleh lebih banyak tentang Injil Tuhan. Dengan pengenalan yang lebih dalam, sang istri merasa menjadi umat Kristen yang tidak memiliki kesaksian, karena dia adalah wanita yang berpisah dengan suami. Hal yang membuat sang istri sangat sedih dan menaruhnya di dalam doa. Rencana Tuhan sungguh ajaib, secara kebetulan sang istri bertemu dengan sang suami. Melihat perubahan sikap dan perhatian sang istri, sang suami mulai berusaha mendekati dan memulihkan hubungan perkawinan mereka yang sudah hancur. Akhirnya hidup perpisahan yang sudah enam tahun berjalan, dapat pulih kembali sesuai rencana Tuhan yang sangat Agung.

Apakah Anda menyadari kalau orang yang terluka akan melukai orang lain? Artinya adalah, apabila kita telusuri akar penyebab keluarga bermasalah, sebenarnya dimulai dari pribadi-pribadi dalam keluarga yang bermasalah. Terdapat beberapa luka yang melukai keluarga dan perlu dipulihkan yaitu: amarah (anger),rasa tidak aman (insecurity), sombong, sifat maunya sendiri, mudah tersinggung, kesepian, sifat suka mengontrol/memanipulasi orang lain. Apabila ada anggota keluarga yang memiliki salah satu atau beberapa sifat di atas, maka pribadi tersebut perlu dipulihkan, sebab kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus diawali dari kesembuhan batin dari setiap anggota keluarga. Dalam kisah di atas, pemulihan terjadi setelah sang istri berusaha menyembuhkan dirinya melalui pengenalan akan Tuhan Yesus meskipun memakan waktu 6 tahun. Mari kita koreksi diri kita, apabila dalam diri kita masih ada sifat amarah (anger), rasa tidak aman (insecurity), sombong, sifat maunya sendiri, mudah tersinggung, kesepian, sifat suka mengontrol/memanipulasi orang lain maka kita harus berubah mencari apa yang berkenan kepada Allah dan berusaha untuk menyembuhkan diri kita sendiri sebab kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus diawali dari kesembuhan batin dari setiap anggota keluarga.(ABU)

RENUNGAN
Kesembuhan bagi keluarga yang terluka harus DIAWALI dari kesembuhan batin dari setiap ANGGOTA KELUARGA.

APLIKASI
1. Koreksilah diri Anda, sifat apa saja yang perlu disembuhkan ?
2. Maukah Anda benar-benar memulihkan setiap luka yang ada dalam diri Anda maupun keluarga Anda ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa dalam nama Yesus, kami percaya Tuhan, ketika kami menyembuhkan batin kami, maka keluarga kami juga akan sembuh Amin.