Kesempatan Dalam Kegagalan

Renungan Keluarga Allah
Kamis, 27 Oktober 2016

BACAAN HARI INI

Roma 8:24-30

RHEMA HARI INI

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Setiap orang tentu ingin impiannya terwujud nyata. Namun sayangnya, banyak orang yang ketika terbentur kegagalan memilih untuk menyerah kalah dan mundur. Seorang penulis bestseller versi New York Times, Lysa TerKeurst, pernah menceritakan kisah kegagalannya. Saat ia masih seorang gadis muda, ia mengirimkan proposal bukunya ke berbagai penerbit. Dengan penuh keyakinan impiannya membubung tinggi. Namun kenyataan menghempasnya keras. Ketika teman-temannya mendapatkan kontrak buku, yang ia dapatkan hanyalah surat penolakan. Ia sempat berkecil hati. Namun ia tidak membiarkan kegagalan mendefinisikan impiannya.

Sebaliknya, ia mengizinkan Tuhan untuk memakai setiap kegagalannya untuk memproses hatinya. Sementara itu, ia tetap setia mengasah tulisannya. Ia membuat berbagai tulisan singkat untuk gerejanya dan majalah-majalah kecil. Tak disangka, justru melalui salah satu tulisan itulah ia mendapatkan penawaran untuk menulis buku. Sampai sekarang, sudah belasan buku yang Lysa terbitkan. Selain itu, ia juga memimpin sebuah Ministry khusus untuk wanita, mengajar Alkitab secara online dan membantu mereka menggapai impian masing-masing. Ia bahkan telah meraih berbagai penghargaan, menjadi pembicara di banyak konferensi dan diundang ke bermacam acara TV. Salah satunya adalah The Oprah Winfrey Show. Demikianlah Tuhan membuat Lysa mempermuliakan nama-Nya melalui kesuksesan maupun kegagalannya.

Tergantung dari cara kita memandangnya, kegagalan bukanlah tanda ketidakmampuan kita. Jika kita menyikapinya dengan bijak, maka batu sandungan pun dapat berubah menjadi batu loncatan. Libatkanlah Tuhan dalam impian kita, bukan demi kepentingan pribadi, tetapi karena impian itu juga adalah kepentingan-Nya. Dialah yang telah menaruh impian itu di dalam hati kita, tentu Dia jugalah yang terlebih tahu bagaimana caranya untuk menggenapinya. Percayalah bahwa Allah tidak sedang tinggal diam. Dia tidak pernah melupakan kita. Sebagai Perancang Kehidupan dan juga Perajut Impian kita, Dia selalu berkarya dalam setiap kegagalan yang kita lalui untuk mendatangkan yang terbaik bagi kita. (MV.L)

RENUNGAN

JANGAN MENYERAH, kegagalan yang berkali-kali adalah KESEMPATAN DARI TUHAN untuk belajar lebih banyak lagi

APLIKASI

  1. Bagaimanakah cara Anda menyikapi setiap kegagalan Anda selama ini?
  2. Sejauh apakah Anda melibatkan Tuhan dalam impian dan visi Anda?
  3. Langkah-langkah apa yang dapat Anda lakukan untuk mewujudkan impian Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Terima kasih, Bapa, karena pada hari ini Engkau mengingatkan kami bahwa kegagalan tidak seharusnya menghalangi kami untuk meraih impian kami. Bukalah mata hati kami agar kami dapat melihat apa yang hendak Engkau ajarkan kepada kami melalui setiap kegagalan yang kami hadapi. Kami percaya, bahwa Engkau akan turut bekerja untuk menggenapi impian-Mu di dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Yosua 5-8