Kesenangan Sesaat Yang Dibayar Mahal

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Samuel 12:5-14

RHEMA HARI INI
2 Samuel 12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.

Salah satu masalah yang harus dihadapi dalam berkeluarga adalah perselingkuhan, terlalu banyak contoh kasus yang membuktikan ujung dari perselingkuhan hanyalah penyesalan seumur hidup. Meski begitu, masih saja ada banyak orang, entah pria atau wanita terjebak di dalamnya. Faktanya perselingkuhan tidak hanya terjadi pada hubungan yang tidak harmonis antara suami dan isteri, pasangan yang tampak baik-baik sajapun tidak bisa benar-benar luput dari kemungkinan perselingkuhan. Sama halnya tidak ada manusia yang sempurna, siapa saja bisa selingkuh. Tak peduli seberapa baik pasangannya, dan sebahagia apapun hubungannya, selingkuh bisa terjadi kapan saja karena faktor keserakahan belaka. Saat selingkuh perasaan senang, merasa disayang dan sensasi berbunga-bunga itu semua hanya sementara, cepat atau lambat, Anda akan menyesalinya, dan Anda takkan bisa mengulang waktu untuk mengubah keputusan berselingkuh itu. Anda hanya bisa menerima efek domino yang ditimbulkan lengkap dengan akibat-akibatnya.

Kita harus menyadari bahwa konsekuensi dari perselingkuhan terlalu besar, terlalu berat bila dibandingkan dengan kesenangan sesaat yang didapat. Kita bisa melihat contohnya dari kehidupan Raja Daud. Ketika Raja Daud berzinah dengan Betsyeba, bahkan sampai membunuh Uria suami Betsyeba, maka akibatnya Tuhan menghukum Raja Daud bahwa pedang tidak akan pernah menyingkir dari hidupnya dan keturunannya. Jelas sekali bukan? Dampak yang ditimbulkan bukan hanya terjadi pada diri kita sendiri, tetapi juga pada keluarga dan keturunan kita, semuanya akan menanggung dampak buruk dari perselingkuhan itu. Jadi sekarang bagaimanapun keadaan kita, sudah selayaknya kita menjaga diri, mencegah supaya perselingkuhan tidak pernah terjadi dalam keluarga kita, jauh lebih efektif dibandingkan upaya untuk menghentikannya. Bersyukur dengan pasangan hidup yang Tuhan sudah percayakan, berpuaslah dengan itu, pasangan hidup kita adalah orang yang paling berhak untuk mendapatkan kebahagiaan dari kita, dan kita adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan kebahagiaan keluarga kita.

Setiap kita pasti menginginkan kebahagiaan hidup, adalah bijaksana kalau kita memperjuangkan supaya kebahagiaan itu ada dalam keluarga kita, bukan mencari kebahagiaan diluar. Berjuanglah dengan keluarga kita, terlalu mahal nilai keluarga kita bila dibandingkan dengan kesenangan sesaat yang kita impikan dari perselingkuhan itu. Bawa keluarga kita hidup dekat Tuhan, tempatkan Tuhan sebagai kepala rumah tangga kita, libatkan dan minta pertolongan-Nya dalam setiap pergumulan hidup kita, niscaya kuasa dan kasih Tuhan ada dan berlimpah dalam keluarga kita. Sesulit apapun keadaan keluarga kita, Tuhan mampu memulihkan, mujizat pemulihan keluarga akan kita terima, dan kita akan memiliki keluarga yang harmonis.

RENUNGAN
Jangan sampai kita MEMBAYAR HARGA yang sangat mahal SEUMUR HIDUP karena KESENANGAN SESAAT.

APLIKASI
1. Bagaimana perselingkuhan dapat membawa dampak negatif bagi banyak orang?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan membenci perselingkuhan?
3. Apakah yang dapat Anda lakukan untuk menjauhkan diri dari perselingkuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau belajar untuk menjaga pikiran, hati, dan tubuh kami agar kami dapat terhindar dari perselingkuhan. Roh Kudus, tolong ingatkan dan mampukan kami, agar kami dapat senantiasa menjaga kekudusan di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.