Ketaatan Untuk Berkuasa

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 5:1-10

RHEMA HARI INI
Ibrani 5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

Di seluruh dunia, kuda Arab sangat terkenal sebagai kuda kelas wahid. Oleh karena itu peternakan kuda Arab merupakan suatu usaha besar yang harus diusahakan dengan modal yang besar. Untuk mendapatkan bibit-bibit unggul dari kuda-kuda Arab ini, diperlukan suatu cara penanganan yang lain daripada yang lain. Kuda-kuda itu dikumpulkan di dalam sebuah kandang khusus dan selama tiga hari tiga malam kuda-kuda itu sama sekali tidak diberi makan dan minum. Tentu saja kuda-kuda itu menjadi gelisah karena mereka lapar dan dahaga. Di luar kandang, para gembala kuda sudah siap menanti. Mereka biasa memberikan aba-aba tertentu kepada kuda-kuda asuhannya, dengan memakai semacam terompet tanduk. Misalnya bunyi tertentu merupakan kode untuk para kuda itu pulang kandang, dan bunyi melengking untuk para kuda itu keluar kandang.

Setelah tiga hari itu berlalu, pintu kandang dibuka dan dalam jarak kurang lebih 500 meter disediakan rumput yang hijau dan air yang segar. Tentu saja kuda-kuda yang sudah demikian lapar dan haus itu segera berlari menuju makanan dan minuman yang tersedia. Tetapi, ketika mereka sedang berlari, terdengarlah suara terompet gembala yang memberi aba-aba kembali ke kandang. Sebenarnya semua kuda sudah terbiasa mendengar suara terompet tanduk itu tiap-tiap hari, dan dalam keadaan yang wajar semua kuda taat terhadap gembalanya. Tetapi keadaan sekarang lain! Mereka lapar dan dahaga luar biasa dan ternyata ketika mendengar aba-aba kembali ke kandang, sebagian besar kuda tidak menaatinya. Mereka langsung, saja berlari menuju rumput dan air yang tersedia itu. Tetapi ada sekelompok kecil kuda yang meskipun lapar dan dahaga, ketika mendengar aba-aba untuk kembali ke kandang, segera menghentikan larinya dan masuk kandang kembali. Melihat hal itu, tahulah para gembala itu bahwa kuda-kuda yang kembali masuk kandang dengan penuh ketaatan serta dapat menahan lapar dan haus, merupakan kuda-kuda bibit unggul yang sangat mahal harganya. Demikian juga kita yang mau taat sekalipun ada harga yang harus kita bayar. Di mata Tuhan, kita akan menjadi anak-anak-NYA yang sangat berharga sehingga Ia berkenan memberikan urapan berkuasa dari-Nya di dalam hidup kita.

Ketaatan akan mendatangkan urapan berkuasa atas hidup kita. Ikutilah sesi keempat dari seri kotbah “Anointing for Dominion” atau “Pengurapan Untuk Berkuasa,” dengan judul “Obedience for Dominion” atau “Ketaatan Supaya Berkuasa.” Kita akan belajar bagaimana ketaatan kita bisa mendatangkan urapan berkuasa atas hidup kita. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Banyak orang senang BERKUASA, tetapi tidak banyak orang senang KETAATAN. Padahal, KETAATAN kita mendatangkan URAPAN BERKUASA.

APLIKASI
1. Mengapa ketaatan kita berharga di mata Tuhan?
2. Langkah ketaatan apa yang Anda lakukan sehingga itu mendatangkan perkenanan Tuhan?
3. Komitmen ketaatan apa yang Anda lakukan supaya Anda bisa mendapatkan urapan berkuasa atas hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ajar kami untuk taat terhadap segala sesuatu yang Kau perintahkan dalam hidup kami. Kami tahu selalu ada harga yang harus kami bayar untuk ketaatan kami terhadap kehendak-MU, tetap mampukan kami Tuhan, sebab kami rindu bisa menyenangkan hati-Mu selalu. Didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.