Ketaatan Yang Menyukakan Hati Tuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ulangan 28:1-14

RHEMA HARI INI
Ulangan 28:2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:

Sejak menikah, Nala dan suaminya mendambakan sebuah mobil. Setelah menabung selama lima tahun, akhirnya tabungan mereka mencukupi jumlah yang dibutuhkan. Hari itu, sebelum ke showroom mobil, mereka menyempatkan diri mengikuti pertemuan pelayan di gereja. Kepala mereka mengungkapkan bahwa Tuhan mengirimkan jiwa-jiwa baru yang rindu beribadah di gereja mereka dan bahkan ikut komsel. Namun, tempat tinggal mereka jauh dari gereja, pun komsel yang ada lebih banyak di daerah sekitar gereja. Saat itu, di hati Nala ada yang berbicara untuk mempersembahkan minibus bagi gereja.

Awalnya Nala berpikir itu tidak mungkin. Tabungan mereka hanya cukup untuk mobil kecil dan Tuhan tahu mereka sudah menabung lama. Namun, ketika memberitahukannya kepada suaminya, suaminya bertanya dengan antusias, “Mama nggak keberatan, kan, kalau tabungan kita dipersembahkan untuk Tuhan?” Melihat binar-binar di mata suaminya, Nala menyadari betapa suaminya mencintai Tuhan dan keraguannya pun lenyap. Baru juga Nala memutuskan taat, sepupunya mengabari bahwa ia hendak menjual minibus yang baru dibelinya tiga bulan lalu karena membutuhkan dana cepat. Harga yang diminta pun sama persis dengan yang mereka tabung. Singkat cerita, mereka mempersembahkan minibus tersebut. Tak lama, suami Nala direkrut perusahaan baru dengan jabatan jauh lebih tinggi dan gaji berkali lipat. Bahkan dengan bonus yang keluar beberapa saat kemudian, mereka bisa membeli mobil yang mereka butuhkan.

Sesungguhnya, ketika Tuhan menantang kita untuk menabur, Dia tengah menguji kita. Apakah hati kita lebih mencintai-Nya ataukah hal-hal lain di dunia ini. Kalau hati kita melekat pada Tuhan, menuruti permintaan-Nya tentu tidaklah sulit. Bukan karena kita mampu, bahkan mungkin hati kita bercucuran air mata, tetapi kita tidak menjadikannya penghalang untuk menabur bagi Tuhan. Pada akhirnya, bukan besar kecil taburannya, tetapi besar kasih kita kepada Tuhanlah, yang mendatangkan mujizat keuangan besar atas hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
KETAATAN karena cinta Tuhan MENYUKAKAN HATI-NYA dan mendatangkan CURAHAN BERKAT YANG DAHSYAT dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Apakah yang ada dalam hati Anda selama ini ketika Anda memberikan persembahan kepada Tuhan?
2. Mengapa Tuhan melihat motivasi hati kita saat memberikan persembahan?
3. Bagaimana Anda dapat membereskan motivasi Anda saat Anda menaburkan benih profetik Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk kasih-Mu yang besar dalam hidup kami. Kami menyadari segala yang kami miliki dalam hidup kami semuanya berasal dari-Mu, dan tak mungkin kami sanggup membalas kebaikan-Mu. Hanya karena kemurahan-Mulah, kami boleh menaburkan benih profetik di ladang-Mu. Berikan kami hati yang terus diperbaharui setiap harinya, sehingga setiap kali kami menabur, kami ingat bahwa semua itu hanya karena kasih-Mu dan kami pun mengasihi-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.