Ketekunan Dalam Berdoa Puasa

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yakobus 1:2-8

RHEMA HARI INI
Yakobus 1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Minggu itu, Andi mendapat firman mengenai doa puasa. Hatinya begitu terbakar dan dia mengambil komitmen untuk ikut berdoa puasa. Bahkan, bapak pendeta minggu itu menyampaikan bahwa jika kita sudah dewasa rohani, kita harus berpuasa lebih lama, seperti Tuhan Yesus dan Musa yang berpuasa selama 40 hari 40 malam dan tanpa makan dan minum. Janganlah kita berpuasa seperti kanak-kanak, yang sebentar saja sudah berbuka. Andipun bertekad untuk berpuasa dan berbuka puasa lebih lama.

Andi pun teringat beberapa tahun sebelumnya, dia ikut berpuasa saat ada kegerakan doa puasa, namun dia akan berbuka puasa ketika dia merasa lapar. Namun, setelah mendengar kotbah minggu itu, Andi pun mulai melangkah berpuasa dan dengan waktu yang lebih lama daripada tahun-tahun sebelumnya. Saat mulai berpuasa, Andi merasakan kekuatan Tuhan berikan bagi tubuh jasmaninya. Dia pun memuji dan menyembah Tuhan sebelum berbuka puasa. Andi percaya bahwa saat dia tekun dalam berdoa puasa, Tuhan pasti akan mempercayakan otoritas urapan untuk berkuasa yang lebih besar lagi baginya. Masalah boleh datang, tetapi Andi percaya bahwa dengan langkah ketekunan berdoa puasa yang diambilnya, Tuhan pasti akan menyelesaikan semuanya sesuai waktu-Nya.

Inilah waktunya bagi kita untuk ambil bagian dalam kegerakan di gereja kita. Jangan hanya menjadi penonton dan ragu-ragu, tetapi melangkahlah dengan iman. Jika saat ini, waktunya kegerakan berdoa puasa, ambillah komitmen juga untuk meluangkan waktu khusus bagi kita untuk berpuasa. Jangan enggan atau malas berpuasa dan jangan buka puasa terlalu cepat. Ingatlah bahwa lever doa puasa kita menentukan level otoritas kita. Saat kita disiplin dalam doa puasa, maka urapan berkuasa yang Tuhan percayakan bagi kita akan lebih besar lagi. Jika kita tekun dalam doa puasa, maka Tuhan akan menghargai ketekunan kita itu, dan Tuhan akan mempercayakan Otoritas Urapan Berkuasa yang lebih besar dalam hidup kita. Begitu kita menerima otoritas yang lebih tinggi, maka dampak yang dihasilkan oleh doa kita akan berubah drastis. Perkataannya masih sama, volumenya sama, akan tetapi power kuasanya berbeda. Kali ini perkataan kita akan penuh dengan kuasa Roh Kudus, dan inilah yang akan membuat roh jahat dipaksa lari. Inilah yang disebut otoritas. Oleh karena itu, bertekunlah dalam berdoa puasa dan percayalah otoritas urapan untuk berkuasa yang lebih besar akan Tuhan berikan bagi kita. (LEW)

RENUNGAN
Tuhan menghargai KETEKUNAN kita dalam BERDOA PUASA dan akan mempercayakan OTORITAS URAPAN UNTUK BERKUASA yang lebih besar.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda sudah ikut ambil bagian dalam berdoa puasa? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Apakah ada penghalang bagi Anda untuk bisa tekun dalam berdoa puasa? Sebutkan!
3. Sebutkan komitmen Anda agar Tuhan memberikan otoritas urapan yang lebih besa bagi Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih karena Engkau mengingatkan kami untuk tekun dalam berdoa puasa. Mampukanlah dan beri kekuatan kepada kami ya Tuhan dalam berdoa puasa. Kami percaya, Engkau akan mempercayakan otoritas urapan berkuasa yang lebih besar lagi bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.