Komitmen Menampung Jiwa Baru

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 5:33-39

RHEMA HARI INI
Lukas 5:37 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.

Keberadaan lumbung-lumbung padi bagi masyarakat Badui sangatlah penting. Lumbung-lumbung yang disebut leuit ini dibangun untuk menampung hasil panen masyarakat. Leuit dibangun sebelum masa panen tiba. Masyarakat bahu-membahu dan tidak asal-asalan dalam membuatnya. Sejumlah persyaratan dalam membangun leuit juga harus dilaksanakan. Supaya leuit tetap bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama, masyarakat Badui memeliharanya sebaik mungkin. Mulai dari rutin mengganti atapnya setiap tiga tahun sekali, sampai memasang gelebeg untuk menangkal tikus. Tak Heran, lumbung mereka kuat dan bisa menampung hasil panen berapa pun jumlahnya dengan masa simpan bisa mencapai seratus tahun.

Kita percaya saat ini gereja kita juga sedang memasuki masa panen jiwa-jiwa. Pertanyaannya, sudahkah kita membangun lumbung-lumbung kegerakan untuk menampung jiwa-jiwa tersebut? Salah satu lumbung yang harus segera kita bangun adalah kelompok sel. Jemaat mula-mula juga memiliki kelompok sel. Mereka berkumpul untuk ber-fellowship dengan saudara-saudara seiman sambil memuji Tuhan. Kelompok sel jemaat mula-mula pastilah kuat dan berdampak. Buktinya, mereka disukai semua orang. Hasilnya, mereka terus-menerus panen jiwa. Setiap harinya, Tuhan menambahkan jumlah mereka.

Seperti suku Badui yang terus memelihara leuit, sebagai KKS, kita pun harus terus memelihara kelompok sel kita. Bila mulai tidak terawat, segera bersihkan. Ambil komitmen untuk kembali membangun kesatuan hati di antara sesama anggota. Hubungi kembali anggota yang jarang hadir dan terus bangun rasa kekeluargaan supaya setiap anggota merasa nyaman dan diberkati. Bagi yang sudah bertumbuh dalam kelompok sel, segera berjuang untuk membuka kelompok-kelompok sel yang baru. Semakin banyak lumbung, maka semakin banyak daya tampungnya. Percayalah, bila kita sudah melakukan bagian kita untuk menyiapkan lumbungnya, Tuhan pun akan mengerjakan bagian-Nya. Dia akan membawa kita ke level yang tak terbayangkan sebelumnya dan mengirimkan jiwa-jiwa sehingga kita mengalami tuaian besar dalam pelayanan kita.

RENUNGAN
PERBARUI lagi KOMITMEN untuk MENAMPUNG jiwa-jiwa baru.

APLIKASI
1. Pentingkah kelompok sel bagi Anda? Mengapa?
2. Apakah yang sudah Anda lakukan untuk kelompok sel Anda?
3. Apa komitmen Anda dalam memasuki masa penuaian besar ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih sudah membawa kami masuk dalam masa penuaian besar. Mulai saat ini, kami mau berkomitmen untuk membangun lumbung-lumbung kegerakan yakni kelompok sel dan memeliharanya sesuai tuntunan-Mu, supaya kami dapat menampung jiwa-jiwa yang akan segera Engkau kirimkan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.