Komunikasi, Kunci Keluarga Harmonis

RHEMA HARI INI
Amsal 31:26   Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.

Sepasang suami istri baru saja pulang dari pemakaman Om Yoris, seorang laki-laki tua yang hidup bersama mereka selama dua puluh tahun lamanya, dan merupakan beban yang sangat mengganggu mereka karena sifat orang tua itu yang kadang-kadang menjengkelkan. Bahkan suatu kali nyaris menghancurkan rumah tangga mereka. Sesampainya di rumah si suami berkata pada istrinya, “Ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu. Jika bukan karena engkau, aku tidak mau tinggal bersama Om Yorismu itu, walaupun sehari saja.” Tiba-tiba dengan wajah memerah, si istri berteriak dengan emosi, “Om Yorisku?! Aku kira Oom Yoris itu punyamu!!!” Charles Curtis, seorang pendeta Amerika yang banyak melayani konseling rumah tangga, berkata bahwa 80% dari pasutri (pasangan suami-istri) yang datang berkonseling padanya mengalami masalah yang berakar dari komunikasi. “Suami saya tidak suka berbicara pada saya. Ia lebih suka berdiam diri atau pergi bersama teman-temannya.” Ini adalah keluhan-keluhan yang seringkali didengarnya dari mulut para istri. Padahal, Charles melanjutkan, bahwa komunikasi yang seret, akan berakibat seret pula berkat yang mengalir dari atas. Firman Tuhan dengan jelas menyatakan hal ini dalam Mazmur 133:1-3. Allah sangat suka dengan rumah tangga yang rukun – maka Ia akan mengalirkan berkat-berkat-Nya seperti sungai. Menurut pendeta Charles, tempat yang paling tepat untuk berkomunikasi antar anggota keluarga – terutama suami istri adalah di meja makan, saat menikmati hidangan pagi, siang (kalau si suami pulang untuk makan), atau pun malam. Dan malangnya, dalam keluarga-keluarga modern sekarang ini, karena kesibukan masing-masing, saat-saat berharga semacam itu sudah jarang terjadi. Maka tiang komunikasi yang merupakan salah satu tiang penyangga utama bagi sebuah rumah tangga tidak akan berdiri dengan kokoh. Akibatnya, bangunan keluarga itu akan mudah ambruk.

Komunikasi penting untuk membangun kepercayaan satu dengan yang lain. Amsal Salomo mengatakan bahwa yang seharusnya hati suami-suami percaya pada istrinya. Niscaya hubungan mereka akan harmonis. Dan berkat tidak akan terhalang. Elemen penting untuk membangun suatu komunikasi yang baik adalah perkataan-perkataan yang baik. Alkitab pun mendukung hal ini: “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia” (Efesus 4:29). Bangunlah komunikasi yang baik antara Anda dengan keluarga Anda. Komunikasi ini akan menjadi filter yang baik, supaya kotoran-kotoran kesalahpahaman dapat dibuang jauh-jauh. Dan tentunya kepercayaan juga dapat terjaga dengan baik. Komunikasi yang baik mencegah kesalahpahaman.

RENUNGAN
Salah satu kunci KELUARGA HARMONIS adalah ketika kita tahu bagaimana mengembangkan KOMUNIKASI YANG BAIK dengan anggota keluarga kita.

APLIKASI
1. Evaluasilah keadaan keluarga kita, bagaimanakah komunikasi antar anggota keluarga kita sekarang ini ?
2. Apa saja yang akan Anda lakukan untuk mencegah misunderstanding/kesalahpaahaman dalam keluarga Anda ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa yang baik, jadikan keluarga kami keluarga yang shekinah dan mampukan setiap anggota dalam keluarga kami untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Terimakasih Bapa. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.