Kosisten Dalam Momentum Roh

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Timotius 4:6-11

RHEMA HARI INI
1 Timotius 4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Baru sebulan yang lalu Mira melahirkan. Ia merawat sendiri anaknya tanpa bantuan siapapun. Sebagai seorang ibu baru, Mira merasa sangat kewalahan. Ia merasa seolah-olah 24 jam sehari itu tidak cukup. Dan sudah sebulan ini juga jadwal saat teduhnya menjadi kacau. Saat hendak berdoa, ia sudah merasa terlalu lelah sehingga seringkali ia justru tertidur dalam doanya. Hubungannya dengan Tuhan pun terasa semakin renggang. Lambat laun, ada kekosongan yang Mira rasakan dalam hatinya. Sekalipun Mira dapat merasakan adanya kegerakan yang tengah terjadi, namun ia merasa sangat ketinggalan. Ia merindukan kedekatannya dengan Roh Kudus.

Mira pun bangkit karena ia tidak mau ketinggalan dalam momentum roh yang sedang terjadi di gerejanya. Ia pun berkomitmen untuk tetap harus bersaat teduh, tidak peduli seberapa letih tubuhnya. Beberapa hari pertama, hanya untuk berusaha tetap terjaga saat berdoa saja Mira merasa sungguh sangat susah. Namun ia terus menerus berjuang mendisiplin kedagingannya. Tak terasa sudah seminggu berlalu dan ia mulai bisa kembali masuk ke hadirat-Nya. Mira terus berjuang untuk bisa konsisten menjaga hubungannya dengan Roh Kudus sampai ia terbakar dalam api-Nya. Meski tidak mudah serta membutuhkan waktu yang tidak singkat, akhirnya Mira dapat merasakan roh-Nya kembali menyala-nyala.

Untuk menjaga agar api roh kita bisa tetap senantiasa menyala-nyala dalam momentum roh ini, kita juga harus mendisiplin diri kita untuk senantiasa memiliki keintiman dengan Roh Kudus. Sekalipun mungkin kita merasa lelah, kita harus bisa mengalahkan kedagingan kita, dan juga mendisiplin manusia roh kita, sehingga hubungan kita dengan Tuhan boleh selalu terjaga. Karena ini adalah saatnya momentum roh sedang terjadi di gereja kita. Kita harus memastikan bahwa kita ikut terlibat di dalamnya dan terus bergerak mengikuti gerakan Tuhan yang sedang melanda gereja kita. Jangan biarkan api roh kita kendor apalagi padam.

RENUNGAN
Pertahankan KEDISIPLINAN ROHANI dan HUBUNGAN DENGAN ROH KUDUS agar API ROH kita KONSISTEN MENYALA-NYALA dalam momentum roh.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda ikut andil dalam kegerakan yang sedang ada di gereja kita ini?
2. Menurut Anda, mengapa kita harus mengikuti momentum roh ini?
3. Tuliskanlah komitmen Anda untuk menjaga api roh untuk tetap menyala-nyala!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami tahu dan percaya bahwa kegerakan-Mu yang dahsyat sedang ada dalam gereja ini. Kami tidak mau ketinggalan dalam momentum roh ini. Kami mau belajar untuk mendisiplin manusia roh kami. Kami mau menjaga agar api roh kami dapat senantiasa konsisten menyala-nyala supaya kami tidak ketinggalan dan boleh terus terlibat di dalam momentum roh ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.