Kotbah Minggu: Angin Roh Kudus #4

The Wind of the Holy Spirit #4
THE WIND OF REFRESHING
ANGIN PENYEGARAN

[pvg list=”ark4″]

Catatan Kotbah

Saya percaya bahwa The Wind of the Holy Spirit atau Angin Roh Kudus Sedang berhembus di tengah-tengah kita. Di Yehezkiel 37 kita bisa melihat bahwa ketika angin Roh Kudus itu berhembus, maka tulang-tulang yang sudah kering dan mati itu, dihidupkan kembali, bahkan menjadi suatu tentara yang sangat besar!!! Kuncinya dalah nafas hidup – Ini yang saya sebut dengan ‘Angin Roh Kudus’!!!

GELOMBANG ANGIN ROH KUDUS YANG DIHEMBUSKAN DI TENGAH-TENGAH KITA ADALAH ANGIN PENYEGARAN.

Saya percaya gelombang Angin Roh Kudus keempat yang Tuhan mau hembuskan di tengah-tengah kita adalah THE WIND OF REFRESHING ATAU ANGIN PENYEGARAN!!! Mengapa? Sebab banyak orang yang hidupnya sesak tertindih dengan beban yang berat. Ada begitu banyak masalah dan tekanan hidup yang membuat hidup sebagian orang terasa sangat berat.

Akan tetapi saya punya berita yang baik bagi kita semua: Tuhan sedang menghembuskan Angin Penyegaran di tengah-tengah kita!!!

Matius 11:28-30

Seberapapun letih lesu dan beratnya bebanmu sekarang ini, Tuhan akan memberikan kelegaan kepadamu!

Pertanyaannya: BAGAIMANA KITA BISA MEMPEROLEH KESEGARAN ITU DALAM HATI KITA?

I. BELAJARLAH MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA KEADAAN.

Filipi 4:11-13

Perhatikan baik-baik: Rasul Paulus belajar untuk mencukupkan diri dalam segala keadaan – inilah yang membuat hidupnya terasa ringan dan enak, jiwanya memperoleh ketenangan, dan hatinya selalu disegarkan!!!

SEBAGIAN ORANG BERPIKIR BAHWA MEREKA BARU BISA BAHAGIA KALAU IMPIANNYA TERCAPAI, punya rumah milik sendiri, punya mobil yang lebih bagus, masalahnya terselesaikan, doanya terjawab, dst.

Jadi selama impiannya belum tercapai, selama promosi dalam pekerjaan belum datang, selama mereka belum punya anak, selama mobil impiannya belum datang, maka mereka tidak bisa bahagia (hidupnya terasa berat dan susah).

Sesungguhnya ini yang menjadi penyebab mengapa mereka tidak bisa bahagia: KALAU KITA TIDAK BISA BAHAGIA DENGAN HIDUP KITA SEKARANG, MAKA KITA JUGA TIDAK AKAN BAHAGIA KETIKA IMPIAN KITA TERCAPAI. Mengapa? Sebab ketika impian kita menjadi kenyataanpun, kita hanya  bisa bahagia sesaat, tapi setelah itu kita akan kehilangan kebahagiaan kita, karena kita pasti akan mempunyai pengharapan lain yang lebih besar lagi. Dan butuh waktu serta perjuangan untuk meraih impian berikutnya dalam hidup kita.

Bahkan kita harus menyadari bahwa untuk setiap level berkat yang baru, maka ada level tanggung jawab yang baru. Kita harus menyadari bahwa DALAM KEHIDUPAN, YANG LAMA ADALAH PROSES PERSIAPANNYA, PROSES PERJUANGANNYA, SEDANGKAN MOMEN KEMENANGANNYA HANYALAH SESAAT.

Jadi kalau kita hanya bisa berbahagia pada momen kemenangan saja, maka kita orang yang paling kasihan di dunia, sebab pastilah waktu kebahagiaan kita sangat pendek.

Akibatnya kita akan terus-menerus merasa tertekan, stress, frustrasi, tidak bisa menikmati hidup, tidak pernah puas, dan tidak bahagia. Memang kita perlu mempunyai visi dan impian yang besar dalam hidup kita! Sangat baik kalau kita memperbesar iman kita untuk melakukan perkara-perkara yang besar. Akan tetapi RAHASIA MEMPEROLEH KETENANGAN DALAM JIWA KITA ADALAH SEMENTARA KITA MENUNGGU PERJUANGAN KITA MEMBUANGKAN KEMENANGAN, SEMENTARA KITA MENUNGGU DOA KITA DIJAWAB DAN MUJIZAT TERJADI, KITA HARUS BELAJAR UNTUK MENCUKUPKAN DIRI DENGAN APA YANG ADA.

Sadarkah Anda bahwa sesungguhnya KETIKA KITA MEMILIKI SIKAP HATI YANG TIDAK PUAS DENGAN APA YANG ADA DALAM HIDUP KITA, KITA TIDAK MENGHORMATI TUHAN! Kita begitu fokus pada apa yang kita inginkan, sampai-sampai kita menyia-nyiakan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kita berpikir bahwa yang namanya masalah selalu jelek, yang namanya doa tidak terkabul selalu negatif, yang  namanya penderitaan selalu datangnya dari Iblis.

Jadi kalau kita serba tidak puas dan tidak mau mencukupkan diri dengan apa yang ada dalam hidup kita, maka sesungguhnya kita berkata pada Tuhan: Tuhan, aku tidak percaya dengan recanaMu, aku ragu akan kebaikanMu, yang Engkau berikan dalam hidupku ini adalah yang jelek dan yang kurang baik (kukMu berat dan sukar).

Sadarkah Anda bahwa sikap hati yang tidak pernah puas seperti ini sesungguhnya adalah dosa di hadapan Tuhan!

MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA KEADAAN BUKAN BERARTI KITA TIDAK MEMPUNYAI VISI DAN IMPIAN YANG HARUS KITA KEJAR. Salah!

DI SATU SISI KITA HARUS MEMILIKI VISI DAN IMPIAN BESAR UNTUK MAJU, TAPI DI SISI LAIN, KITA HARUS BELAJAR UNTUK MENCUKUPKAN DIRI DENGAN APA YANG TUHAN SUDAH BERIKAN DALAM HIDUP KITA SEKARANG INI. Inilah RAHASIA mengapa Pak Obaja bisa SUKSES DAN BAHAGIA: MILIKI VISI BESAR + BISA MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA KEADAAN.

Karena Pak Obaja bisa mencukupkan diri dengan segala keadaan, sekaligus terus memperjuangkan visi yang besar yang Tuhan berikan, maka Pak Obaja bisa menikmati kebahagiaan dan keberhasilan. Tahun demi tahun, Pak Obaja tambah penuh sukacita, damai sejahtera, awet muda, sehat dan diberkati oleh Tuhan!!! (Memang Kuk yang dipasang Tuhan itu ringan dan enak). Itu sebabnya saya ingin tantang setiap jemaat Keluarga Allah untuk bangkit menjadi pahlawan Tuhan dan meneladani teladan iman yang luarbiasa dari gembala senior kita ini: Miliki visi yang besar sekaligus cukupkan diri dengan segala keadaan, maka engkau akan sukses dan bahagia!!!

II.    SADARILAH BAHWA SERINGKALI KEMAUAN KITA BERBEDA DENGAN KEMAUAN TUHAN

YANG KITA MAU ADALAH KENYAMANAN, YANG TUHAN MAU ADALAH KEDEWASAAN

Baca Yakobus 1:2-4!!! Sadarilah bahwa ketika Tuhan memberkati kita, maka yang Tuhan mau bukan sekedar supaya kita merasa nyaman dengan semua berkat-berkatNya yang luarbiasa itu. Tuhan tidak sedangkal itu! Sebagai Bapa yang baik, maka yang Tuhan mau adalah supaya kita bertumbuh dewasa.

Mengapa Tuhan mau kita menjadi dewasa rohani? Galatia 4:1 HANYA DAN HANYA KETIKA KITA AKIL BALIG MENJADI DEWASA ROHANI, MAKA TUHAN BISA MEMPERCAYAKAN PERKARA-PERKARA YANG BESAR DALAM HIDUP KITA.

Itu sebabnya penting sekali untuk kita mengerti bahwa KITA TIDAK BERTUMBUH DEWASA DALAM SITUASI BAIK, JUSTRU TEKANAN DAN TANTANGAN YANG MEMBUAT KITA BERTUMBUH.

Kesaksian Ps Jonatan Setiawan: Justru karena Pak Obaja rela untuk mengutus Pak Jonatan merintis gereja di Jogja, maka Pak Jonatan bisa bertumbuh lebih dewasa rohani. Jadi kalau saat ini, kita ada dalam situasi dan kondisi yang jelek, belajarlah mencukupkan diri dengan segala keadaan! Ini akan membuat kita bisa bertumbuh dewasa rohani dan pada akhirnya Tuhan percayai dengan perkara-perkara besar.

III. LATIHLAH PIKIRANMU UNTUK MELIHAT APA YANG BAIK DARI APA YANG TIDAK BAIK.

Kita harus mengerti bahwa kebahagiaan kita ditentukan oleh sikap hati kita. Dan sikap hati kita ditentukan oleh pikiran kita. Itu sebabnya penting sekali bagi kita untuk melatih pikiran kita untuk melihat yang baik dari apa yang tidak baik. Ini adalah rahasia supaya kita bisa memiliki sikap hati mencukupkan diri dalam segala keadaan.

Itu sebabnya KITA PERLU MELATIH ULANG PIKIRAN KITA sehingga kita bisa melihat apa yang baik dalam segala keadaan! SADARILAH BAHWA TUHAN SUDAH MEMBERIKAN ANUGERAH YANG CUKUP KEPADA KITA UNTUK BISA MENIKMATI SETIAP MUSIM HIDUP KITA.

RASUL PAULUS BISA MELIHAT HAL YANG BAIK DARI APA YANG TIDAK BAIK. Dia bisa mencukupkan diri ketika kelimpahan ataupun kekurangan, kenyang ataupun lapar! Sehingga ketika di penjara, dia bisa menulis surat dan menasehati orang lain supaya bersukacita.

“Bersukacitalah! Sekali lagi kukatakan Bersukacitalah!” Bayangkan, penjarapun tidak bisa menahan sukacita yang meluap dari hati Rasul Paulus! Inilah orang yang merdeka dan orang yang bahagia dalam hidupnya!

ORANG YANG TIDAK PERNAH PUAS AKAN SELALU MENEMUKAN 1.000 ALASAN UNTUK TIDAK BAHAGIA! ORANG YANG BISA MELIHAT YANG BAIK DARI APA YANG TIDAK BAIK AKAN SELALU BISA MENEMUKAN 1.000.000 ALASAN UNTUK BAHAGIA.

Latih pikiran Anda untuk melihat ada lebih banyak hal yang baik daripada hal yang tidak baik dalam pasangan kita, keluarga kita, pekerjaan kita, gereja kita, kelompok sel kita, studi kita!

Menikmati bahagia tidak selalu harus  mengalami berkat-berkat yang super besar. Kadangkala gara-gara kita belum belajar untuk mencukupkan diri dengan segala keadaan, maka kita tidak mampu menyadari bahwa masa hidup yang kita jalani sekarang ini adalah masa yang sangat indah, sangat luarbiasa, dan sangat berarti. Itu sebabnya mulai hari ini latih pikiran Anda untuk melihat yang baik dari yang tidak baik, maka mata rohani kita akan terbuka dan bisa melihat bahwa anugerah Tuhan sungguh nyata dalam hidup kita, hidup kita ternyata hidup yang indah, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia selalu menyertai kita. Inilah kunci hidup bahagia.

Marilah setiap kita belajar untuk mencukupkan diri dalam segala hal sebab yang Tuhan mau adalah kedewasaan ada dalam hidup kita sehingga kita mampu memahami betapa indahnya hidup ini!!!

Renungan Keluarga Allah (ReKA)

[otw_bm_vc otw_blog_list=”3″]