Kuasa Ada Di Tangan Kita

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 49:1-26

RHEMA HARI INI
Keluaran 4:21a Firman TUHAN kepada Musa: “Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun

Nama alat canggih itu adalah Google Glass. Google Glass bukanlah sebuah kacamata biasa, namun sebuah kacamata pintar atau kacamata super canggih. Tak sekadar sebagai kacamata, pendiri Google Larry Page menyatakan bahwa Google Glass mempunyai beberapa fungsi, seperti melakukan pencarian online, email dan navigasi arah. Bahkan bisa pula untuk panggilan video chat. Tak cuma itu, perangkat ini ternyata juga bisa berinteraksi dengan perintah kedipan mata. Perintah ini bisa diaktifkan atau tidak. Sebelum mengaktifkan fitur ini, pengguna diwajibkan untuk melakukan serangkaian kedipan, hal ini dilakukan untuk mencegah kesalahan gerak saat dipakai oleh pengguna. Melalui kedipan yang sudah diatur itu, pengguna Google Glass bisa mengambil foto dan merekam video melalui kamera 5 MP yang dimilikinya. Seluruh fungsi tersebut konon akan digabungkan dengan berbagai sensor yang ada pada Google Glass. Dengan demikian, pengguna jadi makin leluasa mengabadikan gambar dengan mudah.

Perangkat yang luar biasa canggih ini bisa membantu penggunanya untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan yang dibutuhkan. Tetapi bayangkan saja kalau perangkat yang super canggih ini dibawa oleh orang yang tidak mengerti tentang kecanggihan dari perangkat tersebut dan tidak tahu bagaimana cara menggunakannya. Pastilah perangkat canggih ini hanya akan menjadi sebuah kacamata biasa yang sama dengan kacamata-kacamata pada umumnya!

Demikian juga kita anak-anak Tuhan. Kita sudah diberi kuasa oleh Tuhan dari tempat yang maha tinggi, kuasa yang sangat luar biasa, kuasa yang lebih besar dari segala kuasa yang ada di dalam dunia ini, yaitu kuasa untuk melakukan mujizat. Tergantung apakah kita mengaktifkan kuasa itu atau tidak, menentukan apakah hidup kita akan penuh kuasa dan mujizat atau tidak. Kita perlu membangun hubungan yang begitu dekat dengan Roh Kudus setiap saat dalam hidup kita agar kita bisa melakukan mujizat. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang yang memiliki kuasa untuk melakukan mujizat. Kalau kita tidak pernah mengaktifkan kuasa tersebut, maka kuasa yang Tuhan berikan itu akan menjadi sia-sia belaka. Hanya ketika kita mengaktifkan kuasa yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita, maka hidup kita akan penuh dengan mujizat-mujizat Tuhan! (ABU)

RENUNGAN
Percayalah bahwa KUASA UNTUK MELAKUKAN MUJIZAT telah diserahkan ke DALAM TANGAN KITA.

APLIKASI
1. Apa yang dimaksud dengan kuasa untuk melakukan mujizat?
2. Bagaimana supaya kita bisa memperoleh kuasa untuk melakukan mujizat tersebut?
3. Apa komitmen Anda ketika Anda menyadari bahwa Anda telah menerima kuasa untuk melakukan mujizat?

DOA HARI INI
“Bapa dalam nama Yesus, ajar kami untuk berani dan percaya melakukan kuasa untuk melakukan mujizat yang telah Engkau serahkan pada kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.