Kuasa Dalam Perkataan Profetik

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Tawarikh 15:1-19

RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 15:8 Ketika Asa mendengar perkataan nubuat yang diucapkan oleh nabi Azarya bin Oded itu, ia menguatkan hatinya dan menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui mezbah TUHAN yang ada di depan balai Bait Suci TUHAN.

“Kak, sepertinya aku salah tangkap visi dari Tuhan, deh,” cerita Maria pada KKS-nya, “Aku sudah usaha mati-matian, sudah banyak berdoa dan berharap juga. Tapi kok, nggak peduli berapa banyak yang sudah aku lakukan buat Tuhan, ternyata masih lebih banyak lagi hal-hal yang nggak bisa dan gagal aku capai. Rasanya kayak pecundang. Aku nggak sanggup lagi!” Mendengar itu, sang KKS langsung memukul pundak Maria dan berkata, “Hei, kamu itu lebih dari pemenang! Kamu rajawalinya Tuhan! Kuatkan hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”

Kata-kata yang sama pernah dinubuatkan nabi Azarya kepada raja Asa (ay.7). Padahal kalau kita lihat di pasal sebelumnya, Asa baru saja memenangkan peperangan atas pertolongan Tuhan dengan gilang-gemilang. Dari awal pun diceritakan bahwa telah dijauhkannya pula bukit-bukit pengorbanan dan mezbah penyembahan berhala dari daerah kekuasaannya. Namun, rupanya pembaruan yang dilakukannya terlampau berat. Masih ada hal-hal yang seolah tak kuasa untuk dilakukannya. Kemungkinan karena besarnya pengaruh Maakha, neneknya, yang masih menyembah berhala. Karena itulah, Allah mengutus nabi-Nya untuk membangkitkan iman Asa. Sehingga ia memperoleh keberanian untuk menyelesaikan apa yang telah dimulainya bagi Tuhan.

Dalam perjuangan hidup kita, kerap kali kita menjumpai tantangan dan rintangan yang menjulang tinggi di hadapan kita. Gunung-gunung yang seolah tak mungkin kita sanggup taklukkan. Tak jarang, kita pun menjadi patah arang. Pada saat itulah, kita membutuhkan perkataan profetik yang dapat menyiramkan minyak pada api semangat kita yang hampir padam. Ya, lebih dari sekedar kata-kata motivasi, perkataan nubuatan yang dari Allah memiliki kuasa yang sangat besar. Yang bila kita ucapkan, sanggup menghanguskan segala keraguan. Menggerakkan kita dan orang-orang yang mendengarkannya untuk kembali melangkah dengan penuh keberanian. Sehingga kita pun bisa masuk dalam kegerakan Tuhan yang dahsyat dan melakukan perkara-perkara besar bersama-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
PERKATAAN PROFETIK memiliki kuasa untuk MENGUATKAN yang mendengarkannya, sehingga kita dapat BERTINDAK dengan PENUH IMAN

APLIKASI
1. Mengapa perkataan profetik memiliki kuasa untuk menguatkan yang mendengarkannya?
2. Mengapa Anda perlu mengucapkan perkataan profetik?
3. Bagaimana Anda dapat mengucapkan kata-kata profetik ke dalam hidup Anda dan orang lain?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk kuasa dan urapan yang telah Engkau berikan kepada kami anak-anak-Mu. Ajarkanlah kami, ya Roh Kudus, untuk dapat menggunakan kuasa itu, taruhlah perkataan-Mu dalam lidah dan bibir kami, agar kami dapat belajar bernubuat sesuai dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.