Kuasa Persepuluhan

Renungan Keluarga Allah
Sabtu, 05 Maret 2016

BACAAN HARI INI

Maleakhi 3:6-12

RHEMA HARI INI

Maleakhi 3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

Ada kuasa yang sangat dahsyat yang dijanjikan Tuhan ketika kita mengembalikan persepuluhan. Dalam perjanjian-Nya Tuhan mengatakan akan menghardik belalang pelahap supaya anggur di ladang kita bisa berbuah sehingga apa yang sudah ada tidak habis dimakan belalang pelahap. Belalang pelahap berbicara tentang banyak hal, yaitu semua yang menggerogoti berkat Tuhan dalam hidup kita. Berkat sebenarnya sudah diberikan, tapi habis seperti air yang dimasukkan ke dalam kantong yang bocor. Kita sudah bekerja dan mendapat nafkah yang sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan, tapi karena keluarga sakit sehingga terpaksa berobat ke dokter dan mengeluarkan banyak uang sehingga habis tak bersisa. Bisa juga habis karena ditipu orang, dagangannya tidak dibayar atau dicuri, sehingga apa yang sudah dihasilkan tidak bisa dinikmati. Tetapi ketika kita setia dengan bagian kita dalam perjanjian dengan Tuhan ini yaitu mengembalikan persepuluhan dengan benar, maka kita bisa menikmati hidup yang penuh dengan damai sejahtera dan sukacita sehingga orang-orang yang melihat hidup kita akan menyebut kita berbahagia.

Bp. Agus adalah seorang karyawan dengan penghasilan yang cukup untuk kehidupan sehari-hari. Keadaannya tidak terlalu berlimpah-limpah, keluarganya hidup dengan sederhana namun juga tidak berkekurangan. Setiap kali Bp. Agus menerima gaji, ia bersama dengan istrinya menumpangkan tangan atas amplop gaji yang diterimanya dan berdoa dihadapan Tuhan meminta hikmat dan tuntunan Tuhan supaya bisa menggunakan uang tersebut dengan bijaksana dan sesuai dengan tuntunan Tuhan. Setelah selesai mendoakan uang gaji tersebut, Bp. Agus dan istrinya mulai membagi-baginya sesuai dengan kebutuhan. Yang paling mereka utamakan adalah persepuluhan untuk Tuhan. Setelah itu barulah untuk biaya anak keduanya yang kuliah di Surabaya, lalu untuk membayar tagihan listrik, air, dll. Sisa dari semuanya itu hanya cukup untuk biaya hidup Bp. Agus suami istri dengan sangat sederhana. Namun dibalik kesederhanaan itu, Tuhan terus menyatakan pemeliharaan-Nya dengan setia. Tidak pernah sekalipun Bp/Ibu Agus merasa kekurangan. Setiap kali ada kebutuhan, selalu Tuhan yang cukupkan. Bahkan anak-anaknya juga diberkati Tuhan, anaknya yang pertama memiliki pekerjaan yang baik di sebuah bank swasta di Lampung, sedangkan anaknya yang kedua tidak pernah berkekurangan untuk biaya kuliahnya di Surabaya. Bp/Ibu Agus percaya bahwa semuanya itu sudah diatur dengan sangat baik oleh Tuhan. Mereka sudah membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNYA yang hidup seturut kehendaknya hidup menderita dan meminta-minta. Perjanjian-Nya tetap bagi orang yang mau melakukannya dengan setia.

RENUNGAN

Mengembalikan hak Tuhan yaitu persepuluhan, MEMASTIKAN hidup kita tidak berada di bawah langit tembaga.

APLIKASI

Komitmen apa yang akan Anda buat untuk mentaati ketetapan Tuhan mengembalikan persepuluhan?

DOA UNTUK HARI INI

Kami pegang teguh janji Firman-Mu Ya Tuhan, sebab kami percaya Firman-MU itulah yang akan menjadi kenyataan di dalam hidup kami. Ajar kami terus taat dan setia melakukan ketetapan yang Engkau berikan kepada kami. Kami rindu menjadi anak-anakMU yang berkenan di hati-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Yesaya 44-48