Kuasa Yang Bekerja Dalam Puji-Pujian

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 16:19-40

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 16:25-26 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Bagaimana rasanya bila kita diminta untuk menyanyi saat kita sedang merasa sangat sedih dan tertekan? Tentu sangat sulit sekali, tetapi inilah yang dialami oleh Muhammad Subhan atau Bezaleel Subhan. Anak pertamanya, Kairos, divonis dokter menderita leukimia tipe ALL. Hati Subhan dan istrinya hancur. Namun, Tuhan justru memintanya untuk menyanyi mengucap syukur dan memuji-Nya. “Mau nyanyi nggak Subhan buat Saya?” suara Tuhan begitu audible terdengar jelas di telinga Subhan. Walau hatinya tidak karuan, ia menggandeng tangan istrinya dan bernyanyi lantang di kamar perawatan Kairos.

Empat setengah bulan Kairos dirawat. Walaupun hati Subhan menangis dan berseru tidak kuat lagi Tuhan, Subhan terus bernyanyi. Yang luar biasa, meskipun sedang sakit parah, Kairos suka sekali menari dan sesekali mengajak para perawat ikut menari. Sampai suatu hari, Kairos menolak menjalani kemoterapi dan mengatakan pada ayahnya bahwa ia sudah sembuh. Dokter pun mengadakan tes cairan sumsum dan mengatakan bahwa virus kankernya tinggal 1%. Tak yakin dengan hasilnya, dokter melakukan tes ulang. Dan hasilnya, tidak ditemukan satu pun virus kanker dalam tubuh Kairos. Sembuh total oleh kuasa Tuhan.

Begitu besarnya kuasa dalam pujian penyembahan dan ucapan syukur, seperti yang dialami oleh Paulus, Silas, bahkan kesaksian Subhan yang hari ini kita baca. Saat kita mengganti keputusasaan kita dengan puji-pujian maka kuasa Tuhan akan nyata bekerja. Apapun yang terjadi dalam hidup kita Tuhan tetap yang pertama dan terutama dalam hidup kita. Inilah yang menyentuh dan menggerakkan hati Tuhan. Saat hati Tuhan disukakan, tak ada lagi yang bisa menahan kuasa-Nya turun atas hidup kita, Ia akan mengubahkan keputusasaan kita menjadi kemenangan. Pujilah Tuhan dengan segenap hati, menari, dan bersoraklah dengan penuh ucapan syukur, dan lihatlah kuasa yang sama yang Tuhan kerjakan bagi Paulus dan Silas, akan Tuhan kerjakan dalam hidup kita.

RENUNGAN
Ketika kita MEMUJI TUHAN, kuasa Allah akan BEKERJA, karena itu, UBAHLAH putus asa kita menjadi PUJI-PUJIAN.

APLIKASI
1. Pergumulan apa yang sedang Anda hadapi saat ini yang membuat Anda putus asa?
2. Mengapa Anda perlu mengganti keputusasaan Anda dengan nyanyian puji-pujian?
3. Puji-pujian seperti apa yang dapat Anda naikkan kepada Tuhan di tengah keputusasaan yang tengah Anda alami?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur atas setiap anugerah yang sudah Kau berikan dalam hidup kami. Hanya oleh karena kemurahan dan kasih-Mulah kami ada sampai saat ini. Kami mohon ampun atas setiap dosa-dosa kami. Layakkanlah kami untuk masuk takhta kudus-Mu dan menyerahkan setiap permasalahan kami. Kami percaya Engkau adalah Allah Yang Setia dan Mahakuasa, satu-satunya sumber pertolongan dan pengharapan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.