Kuasa Yang Mengubah Biasa Jadi Luar Biasa

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 61:1-11

RHEMA HARI INI
Yesaya 61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

Rhema firman Tuhan yang kita baca hari ini menjelaskan bahwa ketika kita diurapi Tuhan, maka kita menerima kuasa untuk bangkit menjadi pahlawan yang menolong, menyelamatkan, serta menjadi berkat bagi banyak orang. Ya, Tuhan mengurapi kita supaya kita bisa melakukan perkara-perkara yang besar bagi-Nya.

Bukankah Alkitab dipenuhi dengan kisah-kisah orang biasa yang diubahkan Tuhan menjadi luar biasa dan melakukan perkara-perkara besar bagi kerajaan sorga? Abraham: seorang pria biasa, menjadi bapa bagi banyak bangsa. Yakub: seorang penipu, menjadi nenek moyang bangsa pilihan Tuhan. Yusuf: seorang anak kesayangan, menjadi seorang perdana menteri. Musa: seorang yang tidak pandai bicara, menjadi seorang pembebas. Yosua: seorang abdi, menjadi seorang penakluk. Debora: seorang nabiah, menjadi hakim. Gideon: seorang pengirik gandum dan peragu, menjadi seorang pahlawan gagah berani. Daud: seorang gambala muda, menjadi seorang raja. Elia: seorang manusia biasa, seorang nabi yang besar kuasa doanya. Yesaya: seorang najis bibir, menjadi nabi yang menubuatkan kelahiran Yesus. Yeremia: seorang yang masih muda, menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Daniel: seorang buangan Yahudi, menjadi penguasa atas Babel. Ester: seorang yatim piatu, menjadi seorang ratu. Nehemia: seorang juru minum, membangun kembali tembok Yerusalem yang telah hancur. Yohanes Pembaptis: seorang pengembara, menjadi seorang pembuka jalan bagi Yesus. Maria: seorang gadis sederhana yang tidak dikenal, melahirkan Juruselamat dunia. Petrus: seorang nelayan, menjadi sokoguru jemaat-jemaat Tuhan. Matius: seorang pemungut cukai, menjadi seorang rasul dan penulis injil. Paulus: seorang penganiaya jemaat, menjadi penginjil terbesar dalam sejarah Kekristenan. Paulus: seorang penganiaya jemaat, menjadi penginjil terbesar dalam sejarah Kekristenan.

Benar, pengurapan berkuasa yang diberikan Tuhan kepada kita akan mengubahkan kita dari orang biasa menjadi pahlawan yang bangkit untuk kerajaan-Nya. Ikutilah sesi kedua dari seri kotbah “Anointing for Dominion” atau “Pengurapan Untuk Berkuasa,” dengan judul “Becoming Kingdom Warrior” atau “Menjadi Pahlawan Kerajaan.” Kita akan belajar bagaimana bangkit menjadi pahlawan Tuhan yang berkuasa. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Urapan untuk BERKUASA akan mengubahkan orang yang BIASA menjadi LUAR BIASA.

APLIKASI
1. Percayakah Anda bahwa Tuhan menghendaki Anda menjadi orang yang luar biasa?
2. Hal luar biasa apa yang bisa Anda lihat Tuhan taruh pada diri Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa berguna bagi kerajaan-Nya?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan, sebab Engkau mengurapi kami dengan kuasa-MU sehingga kami bisa bangkit menjadi orang-orang luar biasa yang berguna bagi Kerajaan-MU. Pakailah hidup kami menjadi alat bagi kemuliaan-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.