Kunci Memperbesar Berkat Keturunan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 13:18-21

RHEMA HARI INI
Lukas 13:18-19 Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.”

Berbicara tentang biji sesawi, mungkin banyak dari antara kita yang belum pernah melihat atau mengerti tentang biji sesawi. Firman Tuhan dalam Matius 13:32 berkata, biji sesawi merupakan jenis benih terkecil dari semua benih yang ada. Seumpama setitik tinta pena yang kita tutulkan ke atas telapak tangan kita, sebesar itulah ukuran biji sesawi tersebut. Jika benih sesawi yang sangat kecil itu hanya kita simpan dalam sebuah kotak, maka sampai kita beranak cucu, benih sesawi tetaplah hanya benih sesawi yang tidak akan bertumbuh dan menghasilkan sesuatu. Hanya ketika benih tersebut ditaburkan, barulah kita akan menuai kehidupan, pertumbuhan, dan pelipatgandaan dari biji sesawi tersebut. Dari sebuah benih bertumbuh menjadi pohon sayur, bahkan pohon besar yang kuat, dimana burung-burung di udara dapat bersarang pada cabang-cabangnya.

Dalam Kejadian 8:22, Tuhan juga berfirman bahwa selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Jika hukum yang satu ini kita abaikan, maka akibatnya akan muncul yang namanya musim kekeringan atau paceklik dalam keluarga kita, bahkan kaum keturunan kita. Oleh karena itu, untuk memulihkan keadaan tersebut, sedari kecil, sedari dini tanamkan dan latih anak cucu kita punya kebiasaan bahkan kesukaan untuk menabur. Karena kunci memperbesar berkat keturunan kita selalu dimulai dengan menabur. Taburlah, sehingga kita bisa menuai pohon berkat keluarga kita, tidak hanya pada satu generasi atau pada generasi tertentu saja. Tetapi dari generasi ke generasi kita dapat menuai pohon berkat yang semakin dahsyat.

Hari ini, ada di generasi ke berapakah kita dalam hal menabur? Jika kita adalah generasi pertama, mulailah membangun dan menabur seperti Abraham (Kejadian12). Jika kita ada pada generasi kedua teruskan dengan lebih berani menabur atau ekspansi seperti Ishak (Kejadian 26). Dan jika kita ada pada generasi ketiga dan seterusnya teruskan dengan lebih berani lagi menabur, sehingga kita punya kapasitas bangsa-bangsa, dan menjadi keluarga hebat yang menahklukkan dunia bagi Tuhan seperti Yakub (Kejadian 43).

RENUNGAN
Kunci MEMPERBESAR BERKAT KETURUNAN kita selalu dimulai dengan MENABUR.

APLIKASI
1. Apa kunci yang diperlukan untuk memperbesar berkat keturunan Anda?
2. Ada pada generasi ke berapakah Anda dalam pohon berkat keturunan keluarga Anda? Dan apa yang harus Anda lakukan, sebagai orang yang ada pada generasi tersebut?
3. Mengapa Anda perlu memperbesar pohon berkat keturunan keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas firman-Mu yang telah mencelikkan hati kami tentang pentingnya menabur. Beri keberanian dan kesukaan untuk menabur dengan berani atas keluarga dan kaum keturunan kami, sehingga kami boleh menjadi keluarga yang dipulihkan dari kekeringan. Dan menerima tuaian yang dapat memperbesar pohon berkat keturunan keluarga kami. Sehingga kami boleh menjadi keluarga hebat yang menakhlukkan dunia bagi Tuhan. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.