Kunci Pemulihan Keluarga

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Amsal 28:13-18

RHEMA HARI INI
Amsal 28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

Keluarga yang harmonis adalah impian setiap orang. Saat melihat keharmonisan keluarga Ibu Yuni, banyak orang yang berdecak kagum dan ada juga yang merasa iri. Namun, meski hubungan Bu Yuni dan suaminya terlihat mesra dan dengan anak-anak mereka ada keakraban yang kental, dahulu mereka tidak seperti sekarang ini. Tidak ada yang menyangka bahwa keluarganya pernah berada di ambang kehancuran. Tujuh tahun silam, peristiwa perselingkuhan suaminya menggoncang keluarga mereka. Selama berbulan-bulan, Ibu Yuni tidak bisa menerima pengakuan jujur dan ungkapan penyesalan suaminya. Hingga suatu hari, Roh Kudus menjamah hatinya dan membuka mata hati Ibu Yuni. Keduanya pun bisa saling mengakui kesalahan dan saling mengampuni. Sejak saat itu, kehidupan keluarga Ibu Yuni mengalami pemulihan dari Tuhan.

Mengatasi dampak merusak dari perselingkuhan bukanlah perkara mudah. Perasaan dikhianati yang timbul dalam hati pasangan dan juga anak-anak tidak dapat digampangkan begitu saja. Terkadang rasanya seolah-olah tidak ada lagi jalan keluar selain perceraian. Namun dalam sudut pandang Tuhan, perceraian bukanlah jawabannya. Perpecahan keluarga bukanlah kehendak-Nya. Meski bagi manusia itu adalah jalan keluar tercepat dan termudah, tetapi dapat menimbulkan akibat yang berbuntut panjang, terutama dalam kehidupan anak-anak.

Berita baiknya, selalu ada jalan keluar dalam Tuhan. Serusak apa pun bahtera rumah tangga kita, Tuhan selalu sanggup memulihkannya. Hanya saja, dibutuhkan upaya besar dari setiap anggota keluarga di dalamnya. Selain mengakui kesalahan, yang melakukan perselingkuhan harus mau berbalik meninggalkan dosanya. Bagi yang dikhianati pun harus mau melepaskan pengampunan dan tidak lagi mengungkit-ungkit kesalahan pasangan. Kalau kita sungguh-sungguh melibatkan Tuhan, Dia yang akan melimpahkan kekuatan dalam hati kita untuk dapat melakukan semua itu. Mujizat pemulihan keluarga akan Dia kerjakan dalam keluarga kita. Sebab adalah kehendaknya, supaya keluarga anak-anak-Nya penuh dengan mujizat dan selalu memancarkan kemuliaan-Nya.

RENUNGAN
PEMULIHAN KELUARGA hanya bisa terjadi bila ada PERTOBATAN, karena itu TINGGALKAN DOSA dan LEPASKAN PENGAMPUNAN.

APLIKASI
1. Adakah rasa kecewa yang muncul dalam keluarga Anda?
2. Mengapa kita perlu meninggalkan dosa dan melepaskan pengampunan?
3. Bagaimana Anda bisa meninggalkan dosa Anda atau melepaskan pengampunan bagi pasangan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami sangat bersyukur untuk keluarga kami. Masuklah dalam keluarga kami supaya kami bisa saling mengasihi, saling terbuka, dan saling mengampuni. Bungkus keluarga kami dengan darah-Mu yang kudus, supaya kami terlindung dari hal-hal yang jahat. Urapi dan berkati kami supaya keluarga kami selalu setia melayani-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.