Kunci Segala Revival Adalah Roh Kudus

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 127:1-5

RHEMA HARI INI
Mazmur 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Setelah lulus mengikuti SOM, Yuni mengikuti kelas Pengembangan dan Pelipatgandaan. Yuni pun dilantik menjadi KKS. Awalnya komsel yang di ketuai Yuni berjalan dengan baik dan lancar. Berjalannya waktu komsel mulai tersendat. Yang hadir makin berkurang dan tidak lagi rutin tiap minggu diadakan. Akhirnya komsel Yuni mati suri, beberapa bulan tidak ada lagi kegiatan. Sampai suatu kali saat mengikuti ibadah, kotbah bapak Gembala mengingatkan Yuni. Ia merenung dan mencoba mengevaluasi dimana letak kesalahannya. Ternyata selama ini karena kesibukannya bekerja, Yuni tidak mempersiapkan komsel dengan baik. Ia hanya membaca dan mempelajari bahan sharing tanpa persiapan lebih lanjut. Tak heran lama kelamaan komselnya kering dan anak-anak selnya perlahan undur satu demi satu.

Yuni mengambil komitmen untuk membangkitkan lagi komselnya. Ia mulai berdoa puasa, ia doakan satu persatu anak-anak sel nya yang telah undur. Yuni menghubungi dan mengajak mereka datang lagi ke komsel. Sebelum komsel diadakan, Yuni mempersiapkan materi dengan baik. Terutama ia berdoa secara khusus untuk mengundang hadirat Roh Kudus. Perbedaan mulai dirasakan oleh anggota komsel, hadirat Roh Kudus nyata terasa dan setiap yang hadir merasa sangat diberkati. Pemulihan ekonomi, pemulihan keluarga, kesembuhan luka batin dan kesembuhan fisik dialami oleh anggota komsel. Tak perlu waktu lama komsel Yuni mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

Pemazmur berkata jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Artinya tanpa Roh Kudus kita mau membangun apapun pada akhirnya akan sia-sia. Sebagus apapun program revival, tanpa Roh Kudus yang membangun akan percuma. Tanpa Roh Kudus semua aspek kehidupan kita akan sulit dilalui. Perlu usaha ekstra keras dan tidak ada jaminan akan berhasil. Untuk mengajak orang ke gereja saja akan sangat sulit bila tak ada campur tangan Roh Kudus. Kebangkitan dan kebangunan rohani yang besar tidak akan terjadi tanpa karya roh kudus. Sebab Roh Kudus adalah roh yang membawa kehidupan, roh yang membangkitkan apapun yang telah mati dan yang membuat great revival terjadi atas hidup kita.

RENUNGAN
Sadarilah, KEBANGKITAN dan KEBANGUNAN ROHANI yang besar tidak akan terjadi tanpa KARYA ROH KUDUS.

APLIKASI
1. Sudahkah Roh Kudus berkarya secara nyata dalam hidup Anda?
2. Apa yang telah Roh Kudus bangkitkan dalam hidup anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil untuk mulai menghadirkan Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus kami percaya akan kuasa Roh Kudus-Mu yang membawa kehidupan. Apapun yang telah mati dalam hidup kami, Roh Kudus sanggup bangkitkan kembali. Kami undang Roh Kudus untuk memenuhi dan berkarya dalam hidup kami. Terima kasih Tuhan, hanya di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.