Kunci Sukses Selamatkan Jiwa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Timotius 4:1-8

RHEMA HARI INI
2 Timotius 4:7a Aku telah lama berjuang dengan gigih bagi Tuhan, dan sepanjang perjuangan itu aku tetap setia kepada-Nya.

Bagi penggemar bulu tangkis Indonesia, nama Rudy Hartono pasti sudah tidak asing lagi. Meski sekarang sudah berusia 69 tahun, cerita perjuangannya dalam dunia bulu tangkis tidak bisa dilupakan begitu saja. Sejak kecil, Rudy sudah memiliki ketertarikan dalam berbagai bidang olahraga, terutama bulu tangkis. Namun, ayahnya baru menyadari bakatnya ketika ia berusia 11 tahun. Semenjak itu, Rudy dilatih ayahnya secara sistematis dalam asosiasi bulu tangkis miliknya. Di bawah pengawasan ayahnya, permainan Rudy menjadi lebih baik. Namun, ia tidak pernah berpuas diri. Rudy sempat berganti grup pelatihan beberapa kali. Semua itu agar ia bisa lebih mengembangkan bakat bulu tangkisnnya.

Keberhasilan Rudy Hartono pertama kali diraih pada tahun 1968, sebagai juara All England di usia yang ke-18 tahun. Semenjak itu, ia sering mengikuti turnamen-turnamen bulu tangkis dan menjadi juara. Rudy Hartono pernah menjadi juara dunia pada tahun 1980 dan menjadi juara All England selama delapan kali dari tahun 1960-170-an. Apa yang pernah diraih oleh Rudy Hartono tidak akan bisa diraih jika ia tidak memiliki dedikasi yang tinggi di dunia bulu tangkis. Karena kecintaannya pada dunia bulu tangkis, ia rela bayar harga dengan bangun pagi, giat berlatih, dan mengesampingkan kesenangan pribadi demi menjadi seorang juara.

Orang yang berdedikasi adalah orang yang siap lakukan apa saja demi keberhasilan. Bagi orang yang berdedikasi, keberhasilan adalah suatu keharusan, bukan semoga. Keberhasilan bukan hanya keinginan semata, tetapi suatu tujuan yang diperjuangkan sungguh-sungguh. Saat ini, marilah kita ikut ambil bagian dalam sebuah proyek besar, yaitu menyelamatan jiwa-jiwa. Milikilah dedikasi tinggi, sehingga banyak jiwa yang datang dan percaya kepada Tuhan Yesus. Mulailah dengan diri kita sendiri yang bersaksi memberitakan kabar baik, kemudian bersama-sama teman kelompok sel kita, dan juga bersama dengan gereja kita. Kobarkanlah hati untuk menjangkau jiwa-jiwa. Saat Tuhan melihat dedikasi yang tinggi untuk memperluas kerajaan-Nya, Tuhan Sang Sumber Kuasa akan mencurahkan urapan untuk berkuasa dalam hidup kita. (LEW)

RENUNGAN
KUNCI SUKSES SELAMATKAN JIWA yang pertama adalah DEDIKASI.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah ambil bagian dalam proyek penyelamatan jiwa-jiwa di gereja Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Sudahkan Anda berdedikasi penuh dalam menyelamatkan jiwa? Ceritakan!
3. Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk lebih turut serta dalam penyelamatan jiwa-jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ajarkanlah kami untuk memiliki dedikasi yang tinggi dalam proyek penyelamatan jiwa-jiwa, sehingga banyak orang akan diselamatkan dan datang kepada-Mu. Kami rindu menjadi bagian dalam kegerakan yang besar ini, ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.