Langkah Awal Aktivasi Manusia Roh

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 2:1-41

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 2:2-4a Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus,

“Aku telah menerima baptisan Roh Kudus dan berbicara dalam bahasa roh,” tulis Smith Wigglesworth dalam sebuah telegram kepada keluarganya. Saat itu ia sedang pergi ke Sunderland karena kabarnya orang-orang menerima baptisan Roh Kudus di sana. Namun, pada masa itu, orang-orang Kristen masih banyak yang skeptis dengan bahasa roh. Jadi, ketika ia pulang, Polly, istrinya menantangnya, “Kau harus paham bahwa aku menerima baptisan roh sepertimu, tetapi aku tidak berbahasa roh. Selama 20 tahun ini aku sudah berkhotbah dan kau duduk di sebelahku di atas mimbar. Tapi Minggu ini kau yang akan berkhotbah. Aku akan lihat apa ada bedanya.”

Selama itu Polly adalah pengkhotbah yang hebat, tetapi Smith hanyalah pembicara biasa-biasa saja dan profesi utamanya adalah tukang ledeng. Hari Minggu tiba, Smith masih bukanlah pembicara yang hebat, tetapi kata-katanya penuh dengan otoritas. Sampai-sampai Polly bergumam, “Tuhan, itu bukan Smith-ku!” Di akhir ibadah, 11 orang berkumpul di depan altar dan meminta Smith mendoakan mereka. Itulah awal dari lawatan besar yang Tuhan kerjakan melalui Smith. Sejak itu, ke mana pun ia pergi, kebangunan rohani terjadi. Ratusan, ribuan orang menerima baptisan Roh Kudus, jiwa-jiwa dipertobatkan, dan yang sakit disembuhkan.

Ya, itulah kuasa yang akan kita terima jika Roh Kudus turun atas kita (Kis. 1:8). Tanpa batas. Pahami janji Tuhan yang terkandung dalam pembaptisan Roh Kudus. Hanya dengan kuasa itulah, manusia roh kita diaktivasikan dan kita tidak lagi hanya bergerak dalam alam jasmani, tetapi juga alam roh. Oleh karena itu, sebagai anak Tuhan, jangan pernah puas sebelum kita menerima apa yang murid-murid Yesus terima di hari Pentakosta 2.000 tahun yang lalu. Kalau kita merindukan kehidupan penuh kuasa yang bisa membawa kemuliaan besar bagi nama Tuhan, mulailah dengan menanti-nantikan Roh Kudus turun atas kita. (MV.L)

RENUNGAN
Mengalami BAPTISAN ROH dan KEPENUHAN ROH KUDUS adalah LANGKAH AWAL aktivasi manusia roh.

APLIKASI
1. Mengapa baptisan Roh Kudus dan kepenuhan Roh Kudus merupakan langkah awal aktivasi manusia roh?
2. Mengapa Anda perlu mengalami baptisan Roh Kudus dan kepenuhan-Nya lebih lagi?
3. Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk menanti-nantikan Tuhan agar mengalami baptisan Roh Kudus atau mengalami kepenuhan Roh Kudus lebih lagi?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami mau melangkah bersama-Mu lebih lagi. Kami rindu mengalami baptisan Roh Kudus dan penuhilah kami lebih lagi. Biarlah manusia roh kami menjadi hidup dan bertumbuh menjadi raksasa rohani, yang mengerjakan perkara-perkara besar untuk-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.