LANGKAH IMAN UNTUK MELAKUKAN PEMBERESAN

BACAAN HARI INI

Matius 5:17-48

RHEMA HARI INI

Matius 5:23-24 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Pada bulan Februari 1993, putra dari Ibu Jonshon Laramiun Byrd mati ditembak dalam sebuah perkelahian. Ia sangat marah dan menuntut pembunuh anaknya di pengadilan dengan hukuman seberat-beratnya. Akhirnya si pembunuh dijatuhi hukuman 25,5 tahun penjara. Tidak berhenti sampai di situ, karena dendam dan amarahnya, Ibu Jonshon membuat sebuah perkumpulan ibu-ibu yang mengalami nasib yang sama dengannya. Tapi seiring berjalannya waktu, Ibu Jonshon yang telah mengenal Tuhan mulai tersadar bahwa apa yang dilakukannya tetap tidak bisa membuat anaknya hidup kembali. Ia justru kehilangan damai sejahtera. Akhirnya ia memutuskan untuk menemui pembunuh anaknya di penjara dan melepaskan pengampunan.

Sejak itu semua berubah. “Tidak mengampuni itu seperti kanker. Itu akan memakan Anda dari dalam ke luar”, katanya. “Saya mengampuni pembunuh anak saya, itu tidak akan mengurangi apa yang dia lakukan terhadap anak saya. TAPI PENGAMPUNAN ITU ADALAH UNTUK SAYA”, ujarnya lagi. Dan di luar dugaan, pengampunan itu membawa sebuah perubahan besar pada diri si pembunuh. Ia berubah total. Ia bekerja dengan sungguh-sungguh dan sering berkunjung ke penjara-penjara dan gereja-gereja untuk berbicara tentang pengampunan dan rekonsiliasi. Ia menjadi berkat dan menunjukkan jalan keluar bagi banyak orang. Sungguh luar biasa Tuhan bekerja.

Seringkali ketika kita disakiti oleh orang lain, kita sukar untuk berdamai, melakukan pemberesan dan mengampuni. Kita berpikir kita yang akan rugi jika kita dengan mudah mengampuni. Sebaliknya, jika kita yang dengan atau tanpa sengaja telah melukai orang lain, rasa gengsi dan takut malu selalu mencegah kita untuk mengucapkan kata maaf. Tapi Tuhan menghendaki kita memiliki hati yang beres di hadapan-Nya. Jika kita yang di sakiti, kita HARUS mengampuni, jika kita yang melukai, kita WAJIB minta maaf. Memang tidak mudah, tapi saat kita belajar untuk taat, sesuatu yang dahsyat dan luar biasa akan terjadi. Kita akan mengalami total healing, terbebas dari segala belenggu dan ada damai sejahtera yang sejati dalam hati kita. Hari ini, mari ambil langkah iman untuk melakukan pemberesan. Tuhan akan sangat disukakan dan Dia akan tersenyum melihat kedewasaan dan kebesaran hati kita. Haleluya!

RENUNGAN

Ambil LANGKAH IMAN untuk melakukan PEMBERESAN dengan orang yang pernah kita lukai dan melukai kita.

APLIKASI

1. Adakah sesuatu hal yang belum Anda bereskan dalam hati Anda sampai saat ini?
2. Mengapa sangat penting bagi Anda untuk segera melakukan pemberesan?
3. Maukah Anda bangkit lebih lagi untuk selalu membereskan hati Anda supaya perkenanan Tuhan lebih lagi nyata ? Tuliskan komitmen Anda!

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan Yesus, Engkau sudah terlebih dahulu mengampuni kami. Ini saatnya bagi kami untuk belajar terus memiliki hati yang mengampuni seperti Engkau. Karena kami rindu kemuliaan-Mu dinyatakan lebih lagi dalam hidup kami dan kami bisa dipakai menjadi alat-Mu. Didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!