Latihan Rohani Untuk Hidup Dalam Kuasa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 8:5-15

RHEMA HARI INI
Lukas 8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

“Badan besar tapi loyo”, begitulah anak-anak nakal di SD tempat Andru bersekolah mengata-ngatainya. Tubuh Andru memang gempal dan banyak lemak, tetapi seolah tak berdaya, ia selalu menjadi sasaran empuk para anak nakal yang merundung dan memalaknya. Namun, memasuki SMP, Andru mulai berdiet dan ikut ekskul bela diri di sekolah. Perlahan lemak tubuhnya hilang dan ototnya berkembang. Ia pun semakin jarang diganggu. Apalagi ketika ia mulai menjuarai kompetisi nasional bahkan internasional di SMA, namanya bukan hanya ditakuti anak-anak nakal di sekolahnya. Anak-anak dari sekolah lain dan bahkan preman lokal pun kabur ketika melihatnya datang. Ketekunan Andru selama bertahun-tahun bukan hanya menolong dirinya sendiri, tetapi juga anak-anak lain yang sering diganggu mereka.

Seberapa banyak anak-anak Tuhan yang kerohaniannya seperti Andru kecil? Tampaknya sudah lama jadi orang Kristen dan bahkan pelayanan, tetapi masih sering dingganggu musuh dengan segala permasalahan yang disodorkannya. Potensi kuasa sudah ada dalam kita, tetapi nyatanya kita lebih sering kalah. Hal ini terjadi karena kita tidak memperhatikan pertumbuhan rohani kita sendiri. Sadar atau tidak, kita membiarkan kenikmatan hidup serta kekuatiran menghimpit dan melemahkan kuasa benih firman yang sudah Tuhan taburkan dalam hati kita.

Ya, kedewasaan rohani tidak terjadi dengan sendirinya. Kita perlu melatih diri dengan berdoa puasa, sehingga kita bisa membersihkan hati dan menyingkirkan segala sesuatu yang menghalangi pertumbuhan manusia roh kita. Agar melalui segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, otot-otot iman kita pun bertumbuh kuat. Semakin disempurnakan; dan melalui iman kita, benih firman itu akhirnya bertumbuh besar dan menghasilkan buah yang matang. Saat itulah, Tuhan akan mengurapi kita dengan urapan untuk berkuasa, sehingga kuasa dan otoritas ilahi bisa menjadi bagian dari kehidupan kita. Hidup kita berdampak dan melalui perbuatan kita, nama Tuhan dimuliakan. (MV.L)

RENUNGAN
Ambil KOMITMEN untuk LATIHAN ROHANI, sehingga kita bisa hidup dalam KUASA dan PENGURAPAN TUHAN.

APLIKASI
1. Apa yang dimaksud dengan latihan rohani?
2. Mengapa Anda perlu mengambil komitmen untuk latihan rohani?
3. Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk melatih kerohanian Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkaulah Tuhan kami yang berkuasa, yang hendak mengurapi anak-anak-Mu dengan urapan untuk berkuasa. Sehingga hidup kami tidak lagi biasa-biasa saja dan selalu kalah. Kami mau bertumbuh menjadi dewasa rohani yang bisa Engkau percayakan kuasa dan otoritas, sehingga kami bisa Engkau pakai untuk menolong sesama dan akhirnya membawa kemuliaan bagi nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.