Luka Yang Menimbulkan Aib Yang Lebih Besar

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Samuel 13:1-29

RHEMA HARI INI
2 Samuel 13:22 Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.

“Din, lukanya jangan lupa diobatin, ya!” ujar seseorang pada temannya yang tadi jatuh ketika bermain bola. Dino membalas, “Ah, ini sih kecil! Dibasuh air terus tempel plester juga beres.” Saat tiba di rumah, Dino melihat luka di lututnya tidak terlalu parah, ia pun membiarkannya. Lalu ia beraktivitas seperti biasa. Keesokan malamnya, lutut Dino mulai terasa perih dan berdenyut-denyut. Sewaktu ia memeriksanya, ternyata lukanya membengkak dan mulai bernanah.

Terkadang, kita cenderung mengabaikan luka yang terlihat kecil. Padahal, kalau tidak segera diobati, luka itu bisa kemasukan kuman dan terinfeksi. Akhirnya luka yang kita pikir bisa sembuh dengan sendirinya malah menjadi semakin parah. Hal yang sama berlaku untuk luka hati. Itulah yang terjadi pada Absalom saat adiknya Tamar diperkosa Amnon, saudara tiri mereka. Saat itu Absalom memilih untuk diam dan tidak memperbesar aib keluarga mereka (ay.20). Kemungkinan besar ia berharap ayah mereka setidaknya akan diam-diam menghukum Amnon. Namun, meskipun sangat marah, ternyata Daud pun mengabaikannya. Selama dua tahun, kekecewaan dan kemarahannya Absalom semakin mendidih. Akhirnya, ia membunuh Amnon dan bahkan merencanakan kudeta untuk menjatuhkan ayahnya sendiri.

Apa pun bentuk luka kita, sebaiknya kita segera membereskannya. Sebab, luka tidak mungkin bisa sembuh dengan sendirinya. Tidak seperti kata dunia ini, waktu tidak bisa menyembuhkan luka hati. Mungkin luka itu tidak akan terlihat dari luar, tetapi akan termanifestasi dari cara kita memperlakukan orang lain. Ketika hati kita terluka, dengan mudah kita melukai orang lain lewat perkataan dan tindakan kita. Di luar keinginan kita, kita melukai pasangan kita, orangtua, atau anak-anak kita. Luka dalam keluarga pun semakin membengkak dan kedamaian meninggalkan rumah kita. Berita baiknya, kita memiliki Tuhan yang sanggup mengubahkan aib menjadi kemuliaan. Datanglah kepada-Nya, dan Dia akan mengadakan mujizat pemulihan keluarga bagi kita. (MV.L)

RENUNGAN
JANGAN DIAMKAN luka mendalam di tengah-tengah keluarga, kalau TIDAK DIPULIHKAN, dapat menimbulkan AIB dan SKANDAL YANG LEBIH BESAR.

APLIKASI
1. Bagaimanakah Anda menyikapi luka yang terjadi dalam keluarga Anda selama ini?
2. Mengapa Anda tidak seharusnya mendiamkan luka mendalam di tengah-tengah keluarga Anda?
3. Bagaimana Anda dapat melibatkan Tuhan dalam memulihkan luka dan aib keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami sungguh membutuhkan Engkau. Kami tidak tahu harus bagaimana untuk menyembuhkan luka yang sudah terlanjur terjadi dalam keluarga kami, tetapi kami tahu bahwa Engkau sanggup. Engkau bisa memulihkan keluarga kami dan mempersatukan hati kami dalam kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.