Mampu Melihat Seperti Tuhan

Renungan Keluarga Allah
Senin, 26 September 2016

BACAAN HARI INI

Amsal 17:1-28

RHEMA HARI INI

Amsal 17:24 Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi.

Suatu hari saat hujan turun seorang wanita mendengar seseorang berkata, “Benar-benar cuaca yang menjengkelkan!” Ia memandang keluar jendela kantornya dan melihat seekor burung Robin besar gemuk menggunakan genangan air sebagai bak mandi. Burung itu bermain air dan mengepak-ngepakkan sayapnya dengan riang, sepenuhnya menikmati acara mandinya. Wanita itu berpikir, “Menjengkelkan bagi siapa? Itu hanyalah masalah sudut pandang.” Itu adalah pelajaran yang diingat Lincoln Steffens ketika ia masih kecil. Ia memperhatikan seorang seniman membuat sebuah lukisan pemandangan berlumpur. Ia berkata kepada seniman itu, bahwa ia tidak menyukai lukisan itu karena ada begitu banyak lumpur disana. Si seniman mengakui memang ada banyak lumpur dalam lukisan tersebut, namun yang dilihatnya adalah warna-warni indah dan kontras antara terang dan gelap.

Lumpur atau keindahan? Yang mana yang kita cari dalam menjalani kehidupan ini? Jika kita mencari lumpur dan keburukan, kita akan menemukannya. Namun seperti sang seniman menemukan keindahan dalam sungai berlumpur, kalau itu yang kita cari, maka kita akan menemukannya juga, pasti. Mana yang benar? Tidak ada tolok ukur yang jelas, tergantung suka atau tidak suka kita menilai satu keadaan.

Setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, seringkali kita merasakan hal-hal yang tidak mengenakkan. Banyak hal yang membuat kita mengeluh, kenapa? Sebab kita melihatnya dengan mata jasmani. Sekarang saatnya kita harus belajar melihat dari sudut pandang Allah, pasti kita temukan campur tangan Tuhan didalamnya. Kalau kita mau jujur, saat kita melihat dengan cara Tuhan, segala sesuatu pasti bisa kita syukuri sebab janji Tuhan itu pasti dan penyertaan-Nya sempurna. Lebih dari itu, ketika kita membiasakan melihat seperti Tuhan melihat, secara tidak langsung kita ‘memompa’ iman kita semakin hari semakin dewasa. Dan kita bisa hidup dalam dimensi iman hidup berkenan di hadapan Tuhan dan Tuhan akan pakai kita untuk melakukan perkara-perkara besar, Amin.

RENUNGAN

Orang yang hidup dalam dimensi iman, bisa MELIHAT SEPERTI TUHAN MELIHAT.

APLIKASI

  1. Koreksi sudahkah Anda menjadi orang yang hidup dalam dimensi iman?
  2. Apa yang Anda alami atau dampak apa yang Anda rasakan ketika Anda mulai melangkah hidup dalam dimensi iman?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa ajarkan kepada kami untuk senantiasa hidup dalam dimensi iman sehingga kami juga mampu melihat sama seperti apa yang Engkau lihat. Kami percaya Tuhan bersamaMu kami akan terus Engkau bawa dari kemuliaan kepada kemuliaan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Imamat 24-25