Melawan Intimidasi Iblis Atas Kesembuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Efesus 6:10-18

RHEMA HARI INI
Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

“Kamu kenapa lagi?” tanya Dokter Adriana kepada Sally. Pasalnya, dalam satu bulan ini, setidaknya sudah tiga kali Sally mendatangi tempat prakteknya. Sambil memegangi kepalanya, Sally menjawab, “Nggak tahu, Dok. Kepalaku seperti ada yang mukul-mukul terus di dalam. Maagku juga sakit lagi. Belakangan ini, dadaku malah mulai terasa sesak. Aku sakit apa sebenarnya, ya?” Seperti biasanya, Dokter Adriana menjalani prosedur pemeriksaan. Kemudian ia menulis resep dan menyodorkannya sambil berkata, “Sall, sebenarnya kamu nggak sakit apa-apa, lho. Semua itu dari pikiranmu saja. Ini saya kasih rujukan ke psikiater, ya.”

Ya, penelitian membuktikan bahwa pikiran dan perasaan kita memegang peranan besar dalam kesehatan. Ketika kita berpikiran negatif, hal itu akan mempengaruhi amigdala, bagian otak kita yang mengendalikan emosi, dan kemudian menimbulkan gangguan kecemasan. Saat kita kuatir berlebihan, mekanisme perbaikan diri tubuh kita pun tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Tidaklah heran, ketika iblis ingin menjatuhkan anak-anak Tuhan, ia akan terlebih dahulu menyerang pikiran dan mengganggu perasaan kita. Saat kita hendak atau bahkan sudah menerima kesembuhan dari Tuhan, iblis akan menebarkan jaring-jaring kebohongannya. Ia akan membuat kita ragu dan merasa-rasakan sakit kita lagi. Saat tubuh kita bereaksi terhadap apa yang kita pikirkan, akhirnya kita lebih percaya bahwa kesembuhan itu belum kita terima. Sesuai yang kita imani, itulah yang akan terjadi.

Sadarilah, pikiran kita adalah medan perang yang sesungguhnya dan kita adalah penjaga gerbang pikiran kita. Semua tergantung pada kita sendiri. Apakah iman atau kebohongan musuh yang kita izinkan masuk? Itu sebabnya, kita perlu memakai selengkap senjata Allah dan memerangi setiap pikiran buruk yang iblis tebarkan. Biarlah hanya iman saja yang bertumbuh semakin kokoh terpancang dalam hati kita. Iman seperti inilah, yang menjadi rahasia kesembuhan ilahi, yang akhirnya mendatangkan mujizat kesembuhan besar dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
INTIMIDASI IBLIS yang ditujukan untuk MENGGAGALKAN KESEMBUHAN kita HARUS DILAWAN dengan IMAN yang TEGUH DAN KUAT.

APLIKASI
1. Intimidasi iblis apakah yang sedang Anda alami mengenai kesehatan Anda akhir-akhir ini?
2. Mengapa Anda perlu melawan intimidasi iblis tersebut?
3. Bagaimana Anda bisa melawan intimidasi iblis terhadap kesembuhan yang Anda imani?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, bantulah kami, agar kami dapat memenuhi pikiran kami dengan kebenaran firman-Mu. Biarlah kebenaran yang kami renungkan siang dan malam menghasilkan iman yang kokoh dan tak tergoncangkan meski dalam keadaan apa pun juga. Karena firman-Mu, Tuhan, ya dan amin. Dan mujizat kesembuhan besar itu pasti kami terima. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.