Melepaskan Pengampunan

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

dan 7-9

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

Renungan Keluarga Allah | Jumat, 21 April 2017

BACAAN HARI INI

Markus 11:12-26

RHEMA HARI INI

Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.

Melepaskan pengampunan bisa menjadi hal tersulit bagi kita. Seringkali, saat seseorang memperlakukan kita dengan buruk atau melakukan sesuatu yang merugikan kita, rasanya mustahil untuk membicarakan dan memikirkan tentang pengampunan. Suatu kali, Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus, sampai sejauh apa ia harus mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Lalu Yesus menjawabnya dengan sebuah kisah perumpamaan.

Dalam cerita tersebut, ada seorang hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta kepada raja (Mat. 8:21-35). Hamba ini tidak mampu membayarnya dan sang raja memberi perintah agar ia beserta keluarganya dijual. Namun, hamba tersebut memohon belas kasihan raja, dan raja pun membebaskannya, bahkan menghapuskan hutangnya. Kemudian, dalam perjalanan pulang, ia bertemu dengan teman yang berhutang seratus dinar kepadanya. Temannya itu bersujud dan memohon kepadanya, tetapi ia menolak dan menjebloskan temannya ke penjara. Saat sang raja mendengarkan perkara tersebut, ia memanggil si hamba dan berkata, “Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Dalam murkanya, sang raja pun menyerahkan hamba tersebut kepada para algojo.

Tuhan tahu betapa pentingnya bagi kita untuk mengampuni. Bukan karena Dia tidak mau mengampuni kita jika kita tidak bisa mengampuni orang lain. Tidak, Dia bukanlah Tuhan yang menyimpan dendam kepada anak-anak-Nya. Justru, Dia memahami bahwa sikap yang tidak mau mengampuni hanya akan merugikan diri kita sendiri. Selain luka hati yang berkepanjangan, kegetiran dapat merusak hubungan kita dengan-Nya. Kita pun akan kehilangan kapasitas untuk dapat menerima pemulihan dari-Nya, yang pada akhirnya membuat kita kehilangan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, jika kita ingin menjadi pribadi yang Tuhan tujukan, ambillah keputusan untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kepada kita dan Tuhan yang setia pun akan mengampuni setiap pelanggaran kita. (MV.L)

RENUNGAN

Ketika kita MELEPASKAN PENGAMPUNAN, Tuhan juga akan MENGAMPUNI DOSA kita dan MENGERJAKAN YANG MUSTAHIL bagi kita

APLIKASI

  1. Adakah kesalahan-kesalahan orang lain yang masih Anda simpan sampai sekarang ini?
  2. Mengapa Anda perlu untuk melepaskan pengampunan atas orang yang bersalah kepada Anda?
  3. Komitmen apa yang dapat Anda ambil untuk dapat melepaskan pengampunan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, meski saat ini hati kami terasa sakit, kami memilih untuk mengampuni. Kami tidak akan tinggal dalam sakit hati kami atau mengizinkannya menghancurkan hidup kami sendiri, bahkan merusakkan hubungan kami dengan-Mu. Tuhan, ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”