Melihat Rencana Besar Tuhan Dari Kacamata-Nya

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 55:1-13

RHEMA HARI INI
Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Bukan hitam, putih, dan abu-abu. Dunia yang dikenal Rendi berwarna. Namun, ia kesulitan mengenali nuansa warna merah. Sementara orang lain melihat berbagai macam warna, penglihatannya didominasi warna hijau. Itu sebabnya, ia pun terpaksa melepaskan cita-citanya untuk menjadi seorang pilot atau astronaut. Suatu hari, ayahnya yang pulang dari dinas ke Amerika membawakannya oleh-oleh. Rendi pun segera membuka kotak kemasan bertuliskan EnChroma. Di dalamnya, ia menemukan sebuah kacamata hitam. Meski sedikit bingung kenapa ayahnya memberikan kacamata itu, ia mencobanya juga. Detik ketika lensa kacamata itu masuk dalam ruang penglihatan Rendi, jantungnya sesaat berhenti berdetak. Ia seolah-olah pindah ke dunia mimpi. Berjuta warna menyerbu matanya. Dunianya yang semula redup kini berubah menjadi cerah. Saat itu juga, air mata membanjiri wajahnya. Ia tak pernah menduga bahwa dunia sangatlah indah. Begitu kaya warna. Menakjubkan.

Saat hati kita penuh luka, warna dunia kita pun seakan-akan memudar. Semangat kita patah. Kepahitan memburamkan mata hati kita. Kita pun kehilangan kemampuan untuk merasakan kebaikan di sekeliling kita. Seolah tak berdaya, kita hanya bisa menyalahkan segala sesuatu yang menghancurkan hidup dan rencana masa depan kita.

Namun, apa pun yang kita rasakan hari ini. Bagaimanapun kita menilai apa yang terjadi pada kita. Sekelam dan sekusam apa pun warna hidup kita, kita bisa melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda. Seperti kacamata EnChroma yang memberikan keajaiban bagi orang-orang yang pengenalan warnanya terbatas, Tuhan ingin kita memakai kacamata-Nya barang sejenak. Saat kita membuka hati dan mujizat kesembuhan batin Tuhan kerjakan, kita akan melihat, bagaimana Dia memberikan warna-warna baru yang indah dalam segala sesuatu yang kita lalui. Kita pun akan memahami, jauh melebihi pengertian kita, semua itu Tuhan izinkan terjadi demi rencana besar-Nya melalui hidup kita. Dia akan gantikan kepahitan dengan kemuliaan. (MV.L)

RENUNGAN
Lihatlah SEMUA KEJADIAN yang kita alami dari KACAMATA TUHAN dan kita akan menemukan BESARNYA RENCANA TUHAN bagi kita.

APLIKASI
1. Bagaimana Anda melihat hidup Anda saat ini? Kira-kira warna-warna seperti apakah yang terlihat oleh Anda?
2. Mengapa Anda perlu memakai kacamata Tuhan untuk melihat hidup dan apa yang telah terjadi pada Anda?
3. Bagaimana hidup Anda yang terlihat dari kacamata Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas rancangan-Mu yang besar bagi kami. Jalan-jalan-Mu ajaib, ya Tuhan. Apa pun yang kami alami hari ini, kami ingin kembali bangkit dan menjadi semakin kuat dalam-Mu. Pakailah hidup kami, untuk memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.