Memahami Apa Yang Menjadi Maunya Tuhan

RHEMA HARI INI
Matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

Menolong orang tuli agar dapat berkomunikasi adalah motivasi Alexander Graham Bell untuk bekerja, hal ini dilakukan karena ia ingin membahagiakan ibu dan juga istrinya yang juga tuli. “Jika aku dapat membuat orang bisu tuli berbicara,” kata Bell, “Aku dapat membuat logam bicara.” Selama lima tahun ia jalani penuh perjuangan dan kesulitan. Ia bereksperimen dengan berbagai jenis bahan baku didalam usahanya untuk membuat sebuah piringan logam, yang harus bergetar apabila diperdengarkan suara agar menghasilkan bunyi-bunyian dan mengirimkan bunyi-bunyian itu melalui kawat beraliran listrik. Pada kunjungannya ke Washington D.C., ia mengunjungi Joseph Henry, seorang ilmuwan yang juga seorang perintis dalam penelitian yang berhubungan dengan kelistrikan. Ia menceritakan gagasannya kepada Joseph Henry dan meminta nasihatnya, haruskah ia membiarkan orang lain menyempurnakan alat bantu dengarnya, atau haruskah ia melakukannya sendiri. Henry mendorongnya untuk melakukannya sendiri, Bell mengeluh bahwa ia tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai kelistrikan. Jawaban singkat Henry adalah, “Usahakanlah.” Bell mempelajari kelistrikan, setahun kemudian ketika ia mendapatkan hak paten untuk alat bantu dengar dan juga pesawat telephone. Para pejabat Kantor Hak Paten memujinya karena tahu lebih banyak mengenai kelistrikan dibandingkan semua penemu dijadikan satu.

Yusuf tahu apa yang dimau Tuhan untuk dia kerjakan dalam hidupnya, maka dia bisa memiliki keyakinan yang sangat kokoh, bertahun-tahun Yusuf hidup dalam penderitaan, dikhianati kakak-kakaknya, dilempar ke sumur kering, dijual sebagai budak, difitnah oleh istri Potifar, bahkan harus dipenjara dan dilupakan juru minum raja. Semuanya itu dihadapinya dengan gigih karena satu hal, dia yakin dengan apa yang Tuhan sudah tentukan dalam hidupnya, hidup dimuliakan dihadapan manusia dan juga dihadapan Tuhan. Panggilan untuk memberitakan Injil kepada orang lain adalah tugas setiap orang percaya, oleh karenanya, apapun profesi kita, kita harus siap untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang di sekitar kita, tingkah laku kita harus mencerminkan Kasih Allah, supaya lewat kehidupan kita orang akan tertarik mengenal Tuhan kita. Nama Tuhan ditinggikan. Amin, Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Hanya kalau kita memahami APA YANG TUHAN MAU lakukan dalam hidup kita, maka kita bisa memiliki KEYAKINAN YANG SANGAT KOKOH.

APLIKASI
1. Selama ini apakah anda mengerti, memahami dan melakukan apa yang menjadi maunya Tuhan, uji diri ?
2. Dan apa saja yang sudah anda lakukan dengan maunya Tuhan itu ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami menyadari bahwa hidup kami hanyalah untuk Engkau karena kami tidak mampu berbuat apapun diluar daripadaMu. Kami mau terus kerjakan apa yang menjadi keinginanMu Tuhan karena keinginanMu yang akan membuat hidup kami makin kokoh dan luarbiasa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Kejadian Pasal 27-28
Matius Pasal 8 ayat 18-34