Membangun Hubungan Pribadi Dengan Tuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 16:19-40

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 16:25-26 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Kita sering melihat banyak artis, tokoh politik dan juga orang-orang terkenal di layar kaca. Jika ditanya, pasti kita mengenal nama-nama besar tersebut. Namun, tidak banyak dari kita yang sesungguhnya mengenal secara pribadi orang-orang terkenal itu. Kita tidak mengenal benar kehidupan, keluarga, masa lalu maupun kesehariannya. Berbeda jika kita mengenal mereka, bukan hanya nama dan wajahnya saja tetapi mengenal mereka secara pribadi. Kita akan mengetahui keluarganya, kehidupannya dan mungkin hal-hal yang orang lain tidak ketahui kita bisa mengetahuinya.

Itulah gambaran pengenalan kita dengan orang-orang di dunia ini. Dengan Tuhan Yesus pun demikian. Kita tidak bisa mengetahui isi hati-Nya, kerinduan-Nya jika kita tidak memiliki hubungan pribadi dengan-Nya. Hanya dengan mengenal-Nya lah kita akan mengetahui apa yang Tuhan inginkan terjadi dalam hidup kita. Tuhan adalah roh, karena itu kita hanya bisa beroperasi di dimensi supranatural jika kita mengenal Dia. Semakin kita mengenal Yesus lebih dalam, maka lebih dalam kita bisa beroperasi dalam dimensi roh. Seperti Paulus yang menghendaki mengenal Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya. Paulus waktu itu masih menjadi penganut Yahudi yang begitu keras. Itu sebabnya setelah dia bertobat, dia memiliki kerinduan sangat besar untuk mengenal Yesus bahkan lebih dari rasul lainnya. Paulus tidak sungguh-sungguh membangun hubungan dengan Tuhan. Dia tidak main-main membangun kehidupan pujian penyembahan, doa, saat teduh dan puasa. Itu semua membuat Paulus akhirnya mempunyai level pengenalan tentang Yesus dan kuasaNya dengan sangat dalam. Dia menerima pewahyuan demi pewahyuan tentang kuasa yang bahkan mungkin belum dipahami oleh murid-murid lainnya. Paulus pada akhirnya dipakai Tuhan dalam great healing miracles, bahkan dengan sapu tangan dan kain yang dipakainya sanggup menyembuhkan orang-orang sakit. Tuhan berikan semua melalui Firman yang tertuang dalam Alkitab. Oleh karena itu, bangunlah hubungan pribadi dengan Tuhan, luangkan waktu setiap hari untuk membaca dan melakukan firman-Nya. Percayalah, Tuhan akan memberikan mujizat kesembuhan besar bagi kita. (LEW)

RENUNGAN
Membangun HUBUNGAN PRIBADI dengan Tuhan, akan memperdalam LEVEL PENGENALAN dan PEWAHYUAN kita tentang KUASA YESUS KRISTUS.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah membangu hubungan pribadi dengan Tuhan? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Adakah penghalang bagi Anda dalam membangun hubungan pribadi dengan Tuhan? Sebutkan!
3. Apa saja yang akan Anda lakukan dalam memperdalam level pengenalan tentang kuasa Kristus?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami rindu semakin hari hidup kami semakin mengenal Engkau. Karena itu, ajarilah kami selalu membangun hubungan pribadi dengan Engkau, sehingga level pengenalan dan pewahyuan tentang kuasa-Mu akan semakin dalam bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.