Membangun Jala Jiwa Yang Kuat

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yohanes 21:1-14

RHEMA HARI INI
Yohanes 21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

Sebuah restoran cepat saji baru saja diresmikan. Di hari pertama pembukaan, restoran itu dipenuhi pembeli. Memasuki bulan kedua pengunjung mulai berkurang, bahkan semakin lama jumlahnya bisa dihitung. Mona, sang manajer, berusaha mencari tahu penyebab berkurangnya pengunjung. Ternyata ia menemukan, mulai dari rasa makanan yang tidak seenak saat pertama kali dibuka sampai pelayanan yang buruk dari karyawan restoran adalah penyebabnya. Ia pun memperbaiki semua kesalahan itu. Dengan teliti ia memperbaiki rasa setiap menu makanan. Ia juga kembali melatih para karyawan agar lebih ramah terhadap pelanggan. Ya, Mona kembali membangun restorannya yang sudah kehilangan pelanggan. Dan ia berhasil. Restoran itu akhirnya kembali ramai dikunjungi pelanggan, bahkan lebih banyak dari saat pertama kali dibuka.

Saat jala Petrus berhasil menjaring 153 ekor ikan besar, pastilah Petrus dan teman-teman yang membantunya mengangkat jala merasa senang. Namun, bukan hanya itu yang membuat takjub. Jala yang ia gunakan tidak koyak sama sekali. Bayangkan, bagaimana seandainya jala Petrus tidak kuat, pastilah ia akan kehilangan tangkapan besar itu. Kisah Mona dan Petrus punya kesamaan. Sama-sama mendapatkan tangkapan besar. Mona mendapatkan pelanggan yang banyak dan Petrus ikan yang banyak. Bedanya, jala Mona tidak kuat, akibatnya ia kehilangan tangkapannya.

Hari-hari ini, gereja juga harus kembali memeriksa jalanya, apakah masih kuat atau sudah mulai koyak. Coba lihat kembali apakah jemaat yang dulunya berapi-api masih terlihat di gereja atau tidak? Bila jawabannya tidak, maka kemungkinan jala kita sudah mulai koyak. Segeralah bertindak untuk kembali berjuang membangun jala yang kuat. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui kelompok sel. Seberapa kuat jala kelompok sel kita, sebanyak itulah jiwa-jiwa yang akan Tuhan kirimkan. Mulai perbarui komitmen untuk menampung jiwa-jiwa baru dan memuridkan jiwa-jiwa tersebut. Saat semua sudah siap, percayalah kita akan mengalami mujizat selamatkan jiwa di musim berbuah lebat ini.

RENUNGAN
Kita perlu MEMBANGUN JALA yang KOKOH dan KUAT untuk menjangkau jiwa-jiwa.

APLIKASI
1. Menurut Anda, seperti apakah jala yang kokoh dan kuat untuk menjaring jiwa?
2. Mengapa Anda perlu memiliki jala yang kuat untuk menjaring jiwa-jiwa?
3. Apa komitmen Anda agar bisa memiliki jala yang kuat untuk menampung banyak jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk panggilan-Mu dalam hidup kami untuk menjala jiwa-jiwa. Kami mohon ampun bila selama ini kami lalai dan membiarkan jala kami mulai koyak. Mulai saat ini kami berkomitmen untuk berjuang membangun kembali jala kami agar kuat. Mampukan kami, Bapa, sehingga kami boleh menyelamatkan banyak jiwa bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.